Kamis, 21 MEI 2026 • 16:30 WIB

Ini yang Terjadi pada Pasien Obesitas Setelah Menjalani Operasi Potong Lambung

Author

Ilustrasi obesitas. (Freepik)

INDOZONE.ID - Operasi potong lambung atau bariatrik kini semakin dikenal sebagai salah satu solusi bagi pasien obesitas

Namun, banyak yang masih penasaran, perubahan seperti apa yang akan dialami tubuh setelah menjalani bariatrik?

Spesialis Bedah Dr dr Errawan Wiradisuria SpB, Subsp, BD(K),Mkes dari RS Premier Bintaro menjelaskan, bariatrik adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan dengan cara mengecilkan ukuran lambung atau mengubah sistem pencernaan. 

Tindakan ini umumnya dilakukan pada pasien obesitas yang kesulitan menurunkan berat badan melalui pola makan dan olahraga saja.

Baca juga: 1,1 Juta Keluarga Indonesia Berisiko Stunting, Butuh Penanganan Terintegrasi

Namun setelah seseorang menjalani operasi potong lambung, tentu saja pasien harus mengubah gaya hidupnya. 

Jika tidak, berat badan pasien tidak akan turun drastis sesuai harapannya pascaoperasi. 

Dokter Errawan menegaskan bahwa setiap tenaga medis tidak akan pernah buat janji kepada pasien untuk tidak kembali obesitas setelah melakukan operasi potong lambung. Semua tergantung dengan pola hidup pasien setiap harinya. 

“Kita tidak pernah janji dan hanya melakukan segala yang terbaik untuk masyarakat. Walau sudah melakukan operasi, pasien juga tidak langsung drastis turun berat badannya menjadi sangat kurus. Dan tentunya kalau sudah kurus, gak mungkin sekaligus. Jadi sedikit demi sedikit,” paparnya dalam acara Media Gathering “Bedah Bariatrik untuk Obesitas” di kawasan Blok M, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Baca juga: Sering Dianggap Pelepas Penat, Kebiasan Minum Alkohol Ternyata Malah Bisa Memicu Depresi!

Pascaoperasi bariatrik, normalnya berat badan pasien bisa turun sekira 5-15 kilogram. Namun semua tergantung dengan niat dan komitmen pasien sebelum menjalani operasi.

“Nah turun berat badan itu rata-rata adalah 5 sampai 15 kilogram per bulan, Tergantung daripada disiplin kita, banyak olahraga atau tidak, dan sebagainya. Nah itu pelan-pelan akan turun,” bebernya. 

Kata dr Errawan lagi, meski telah melakukan operasi potong lambung, jika gaya hidupnya tetap sembarangan, kemungkinan besar 30% berat badannya bisa naik. 

“Berat badan yang harusnya turun menjadi 70 kilo dari 180 kg, karena suka makan dan dia gak bisa kontrol, makannya semena-mena, akhirnya bisa naik 30%. Karena lambungnya kan bisa menampung, walaupun tidak bisa kembali ke berat badan awalnya,” turutnya. 

Baca juga: Bukan Olahraga! Tidur Ternyata Bisa Efektif Turunkan Risiko Depresi hingga 50 Persen

Agar pasien bisa menjalani pola hidup sehat dan tidak naik berat badan menjadi obesitas kembali, keluarga juga harus support. Makanya, setelah pasien melakukan bariatrik, sang dokter memberikan edukasi from A to Z.

“Kedua dari awal sampai akhir, saya menerangkan kepada pasien harus informasinya from A to Z dan keluarga. Kenapa? Karena keluarga yang harus membantu mendukung, apakah dari segi waktu, makanan, lifestyle,” imbuhnya. 

Berpengaruh ke Mental Health

Selanjutnya, dr Errawan juga mengungkap perasaan pasiennya setelah menjalani bariatrik. Menurut dia, banyak pasien yang merasa lebih happy dan percaya diri dengan penampilan barunya. 

Baca juga: 25 Cerita di Balik Jas Putih, Penulis ingin Tunjukkan Dokter Juga Manusia

“Beberapa pasien merasakan ‘Saya lebih happy, lebih percaya diri, wajah saya juga lebih keren, berubah seperti baru’. Kemudian, dia akan lebih lincah dan akan lebih banyak bergaul, juga lebih nyaman,” ungkap sang dokter. 

Ia juga menegaskan bahwa bariatrik bukanlah solusi instan untuk menjadi kurus. Masih ada cara lain, terutama dalam mencegah agar tidak obesitas.

“Bariatrik bukan solusi yang instan untuk menurunkan berat badan, jadi harus step by step. Kita harus olahraga, batasi porsi makan, hidrasi cukup, dan harus ada wajib konsumsi vitamin,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU