Ilustrasi Obesitas pada Anak. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Masih banyak orang tua yang menganggap anak gemuk itu lucu dan sehat. Padahal, kalau berlebihan, bisa jadi tanda obesitas yang bahaya untuk kesehatan jangka panjang.
Yuk, kenali tanda-tandanya dari sekarang agar anak nggak telat ditangani.
Baca juga: Minum Cuka Apel Bisa Redakan Asam Lambung? Ini Fakta Sebenarnya
Obesitas adalah kondisi saat lemak dalam tubuh numpuk berlebihan sampai berisiko ganggu kesehatan.
Biasanya, dokter menggunakan ukuran BMI (Body Mass Index) untuk mengecek apakah berat badan anak masih normal atau nggak. Tapi untuk anak-anak, penilaiannya juga disesuaikan sama usia dan tinggi badan.
Perlu diwaspadai, obesitas di masa kecil bisa membawa sampai dewasa dan meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes hingga gangguan jantung.
Agar nggak salah mengira, ini beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
Nggak hanya fisik, efeknya juga bisa ke mental. Anak jadi kurang percaya diri, bahkan bisa mengalami masalah pergaulan.
Baca juga: 9 Manfaat Cuka Apel untuk Kulit yang Bikin Kamu Nggak Perlu Beli Skincare Mahal
Menangani obesitas itu nggak bisa instan, tapi harus pelan-pelan dan konsisten.
Mulai biasakan makan dengan gizi seimbang. Kurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
Ajak anak main di luar, olahraga ringan, atau aktivitas seru bersama keluarga agar nggak malas bergerak.
Jika kondisi sudah cukup serius, sebaiknya konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi agar mendapat penanganan yang tepat.
Kurangi waktu main gadget maksimal 2 jam sehari agar anak nggak terlalu pasif.
Kadang anak juga butuh support secara mental, bisa melalui terapi atau sekadar dukungan dari orang tua.
Baca juga: Viral Sejumlah Orang Mengonsumsi Oli Mesin 2 Tak, Ini Dampak Bahayanya bagi Tubuh
Semakin cepat menyadari obesitas pada anak, semakin besar peluang untuk memperbaiki. Peran orang tua penting untuk membentuk kebiasaan sehat sejak kecil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primaya Hospital