Minggu, 24 MEI 2026 • 17:15 WIB

Benarkah Hamil di Atas 35 Tahun Lebih Berisiko? Ini Penjelasan Dokter

Author

Ilustrasi kehamilan di atas usia 35 tahun. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tekanan untuk memiliki anak pada usia yang tepat, menjadi hal yang sering dirasakan banyak pasangan, terutama perempuan. 

Di tengah jam biologis yang terus berjalan, tuntutan karier, gaya hidup modern, hingga ekspektasi sosial, menentukan waktu ideal untuk merencanakan kehamilan, kerap menjadi keputusan yang tidak mudah.

Berbagai informasi di internet sering kali membahas usia terbaik untuk memiliki anak. Namun, menurut Dokter Spesialis Kesuburan di Nova IVF Fertility, Kolkata, Anindita Singh, tidak ada satu jawaban pasti yang berlaku untuk semua orang.

Apakah Ada Batasan Usia Ideal untuk Memiliki Anak?

Dikutip dari Hindustan Times, Anindita menjelaskan, keputusan untuk memiliki anak dipengaruhi tiga faktor utama. Pertama kondisi biologis, kedua kesehatan medis, dan ketiga kesiapan pribadi masing-masing individu.

Baca juga: Cara Membaca Hasil USG Kehamilan untuk Calon Orang Tua, Lengkap!

Secara fisiologis, tingkat kesuburan perempuan berada pada kondisi terbaik saat usia 20-an. Namun, kesuburan mulai menurun setelah usia 30 tahun, dan penurunannya menjadi lebih signifikan setelah usia 35 tahun.

Penurunan ini terjadi karena jumlah serta kualitas sel telur ikut berubah, seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut dapat memengaruhi peluang kehamilan, sekaligus meningkatkan risiko komplikasi seperti, diabetes gestasional dan kelainan kromosom pada janin.

Meski demikian, usia bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan kehamilan.

Kehamilan Sehat Tetap Bisa Terjadi di Usia 30 hingga 40 Tahun

Ilustrasi pasangan yang berusia di atas 30 tahun, tengah menantikan kehadiran sang buah hati. (Freepik)

Menurut Anindita, banyak perempuan usia 30 hingga 40 tahun tetap dapat menjalani kehamilan yang sehat, apabila mendapatkan penanganan medis yang tepat, serta rutin memantau kondisi kesehatannya.

Ia menekankan, ada beberapa aspek penting yang turut menentukan kesehatan selama kehamilan, antara lain:

  • Kondisi fisik dan adanya penyakit kronis
  • Kesehatan mental
  • Akses terhadap layanan kesehatan berkualitas

Selain itu, gaya hidup juga sangat berpengaruh terhadap peluang kehamilan dan kesehatan ibu maupun janin.

Pola makan bergizi, kualitas tidur yang baik, kemampuan mengelola stres, serta menghindari kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum merencanakan kehamilan.

Persiapan Menjadi Orang Tua Tidak Hanya Soal Biologis

Anindita juga mengingatkan, kesiapan menjadi orang tua bukan hanya soal kesiapan fisik atau usia biologis semata.

Menurutnya, pasangan perlu mempersiapkan diri secara emosional dan mental. Sebab, menjadi orang tua merupakan tanggung jawab besar yang akan mengubah banyak aspek kehidupan.

Kesiapan tersebut mencakup:

  • Kematangan emosional
  • Hubungan yang sehat dengan pasangan
  • Kemampuan mengelola tanggung jawab
  • Stabilitas mental dan finansial

Karena itu, perencanaan kehamilan sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi hidup secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan tekanan usia.

Baca juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Tepat dan Mudah Dipahami

Pentingnya Memahami Siklus Kesuburan

Para ahli juga menyarankan pasangan, untuk memahami siklus kesuburan dan mengetahui kapan perlu mencari bantuan medis terkait fertilitas.

Pemeriksaan kesehatan rutin, evaluasi kesuburan sejak dini bila diperlukan, serta konsultasi terbuka dengan dokter, dinilai dapat membantu pasangan mengambil keputusan yang lebih tepat, mengenai kehamilan dan perencanaan keluarga.

Dengan pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi dan kesiapan diri, pasangan dapat merencanakan kehamilan secara lebih matang dan percaya diri.

Tiap Orang Punya Kondisi yang Berbeda

Pada akhirnya, usia terbaik untuk memiliki anak dapat berbeda pada setiap orang. Faktor kesehatan, kondisi emosional, kesiapan hubungan, dan gaya hidup memiliki peran yang sama pentingnya dengan usia biologis.

Karena itu, keputusan untuk memiliki anak sebaiknya dibuat berdasarkan kesiapan menyeluruh dan konsultasi medis yang tepat. Sehingga, ibu dan bayi dapat menjalani kehamilan yang sehat dan aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU