Jumat, 22 MEI 2026 • 20:05 WIB

Efek Stres Ternyata Bisa Bikin Badan Pegal Terus!

Author

Ilustrasi badan pegal (Freepik/Anut21ng)

INDOZONE.ID - “Capek banget” sekarang ternyata bukan cuma soal kurang tidur. Banyak Gen Z ngerasa badannya pegal terus padahal aktivitasnya biasa aja. 

Baru duduk sebentar, pundak sudah terasa kaku dan pegal. Bangun tidur bukannya segar, malah badan terasa seperti habis membangun candi. 

Lucunya lagi, kadang penyebabnya bukan karena olahraga berat… tapi karena otak yang nggak pernah berhenti mikir.

Deadline numpuk, chat belum dibalas, overthinking tiap malam, ditambah tekanan hidup yang datang terus — semua itu diam-diam bisa bikin tubuh ikut “tegang” tanpa sadar. 

Baca juga: Waspada, Duduk Terlalu Lama Bisa Ganggu Kesehatan Mental!

Dan kalau dibiarkan terlalu lama, stres ternyata bisa berubah jadi rasa sakit fisik yang nyata.

Saat Pikiran Nggak Tenang, Tubuh Ikut Tegang Tanpa Sadar

Tubuh manusia punya sistem alami saat menghadapi tekanan. Ketika stres datang, tubuh otomatis masuk ke mode siaga. 

Detak jantung naik, napas berubah, dan otot mulai mengencang sebagai bentuk “persiapan menghadapi ancaman”.

Masalahnya, kalau stres berlangsung terus-menerus, otot jadi seperti nggak pernah diberi kesempatan untuk benar-benar santai. Akibatnya, tubuh terus berada dalam kondisi tegang dari pagi sampai malam.

Baca juga: Makan Daging Kurban Tetap Aman, Ini Tips Jaga Kolesterol saat Idul Adha

Otot Bisa Kaku dari Kepala Sampai Kaki

Stres dan ketegangan otot sebenarnya punya hubungan yang sangat dekat. Bahkan banyak orang tanpa sadar menggertakkan gigi, mengangkat bahu terlalu tegang, atau mengepalkan tangan saat sedang banyak pikiran.

Kalau semua itu berlangsung cukup lama, tubuh mulai memberi reaksi seperti:

  • Pundak terasa berat terus
  • Leher kaku
  • Punggung nyeri
  • Kaki gampang pegal
  • Badan terasa capek padahal nggak banyak aktivitas

Baca juga: Dianggap Bikin Tenang, Faktanya Rokok Justru Bisa Berdampak ke Kesehatan Mental!

Beberapa orang bahkan menggambarkan rasanya seperti habis marathon atau seperti baru selesai bertanding tinju.

Yang Bikin Bahaya: Banyak Orang Menganggap Ini “Normal”

Karena gejalanya umum, kondisi ini sering dianggap sepele. Banyak yang memilih dipijat, minum obat pegal, atau tidur lebih lama tanpa sadar sumber utamanya belum benar-benar diatasi.

Padahal kalau tubuh terlalu lama berada dalam mode stres, rasa nyeri bisa muncul berulang dan bikin aktivitas sehari-hari jadi nggak nyaman. 

Fokus kerja menurun, tidur makin nggak nyenyak, dan badan terasa nggak pernah benar-benar fit.

Baca juga: Perbedaan Rasa Mulas Kontraksi dan Ingin BAB, Jangan sampai Keliru

Jangan Diabaikan, Tetap Perlu Dicek

Kalau pegal dan nyeri otot muncul terus-menerus, pemeriksaan medis tetap penting dilakukan untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan lain.

Tapi di saat yang sama, penting juga buat mulai memperhatikan kondisi mental sendiri. Kadang yang paling capek bukan tubuhnya duluan, tapi pikirannya.

Hal sederhana seperti tidur cukup, mengurangi overthinking, stretching ringan, serta istirahat dari tekanan pekerjaan atau drama berlebihan bisa membantu tubuh lebih rileks perlahan.

Kadang Tubuh Nggak Sakit, Tapi Sedang “Lelah Menahan Semuanya”

Banyak orang berusaha terlihat kuat setiap hari sampai lupa kalau tubuh juga punya batas. Dan saat pikiran terus dipaksa bekerja tanpa jeda, tubuh biasanya mulai memberi sinyal lewat rasa pegal, tegang, dan nyeri yang muncul terus-menerus.

Baca juga: Kenapa Perut Terasa Panas setelah Makan Pedas? Ini Cara Mengatasinya

Jadi kalau akhir-akhir ini badan terasa remuk padahal nggak melakukan aktivitas berat, mungkin yang sebenarnya kamu butuhkan bukan cuma rebahan — tapi juga istirahat secara mental.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU