INDOZONE.ID - Sebuah penelitian terbaru mengungkap perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan pria. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Biology of Sex Differences dan menyoroti pengaruh faktor kesehatan serta gaya hidup terhadap penurunan fungsi otak pada perempuan.
Dilansir dari Eating Well, para peneliti menganalisis data Health and Retirement Study di Amerika Serikat yang melibatkan 17.182 peserta berusia 40 tahun ke atas, dengan hampir 60 persen di antaranya merupakan perempuan.
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti mengevaluasi 13 faktor risiko yang masih dapat dikendalikan atau dikelola, seperti depresi, kurang aktivitas fisik, diabetes, hipertensi, obesitas, gangguan tidur, kehilangan pendengaran, hingga isolasi sosial.
Faktor-faktor tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil tes kognitif peserta yang mengukur kemampuan mengingat serta berhitung sederhana.
Perempuan Punya Faktor Risiko Lebih Banyak
Hasil penelitian menunjukkan perempuan cenderung memiliki lebih banyak faktor risiko yang berkaitan dengan demensia dibandingkan laki-laki.
Baca juga: Hilang Tanpa Kabar 5 Hari, Ibu dengan Demensia Ini Tiba-Tiba Kembali ke Rumah
Beberapa kondisi yang lebih sering ditemukan pada perempuan antara lain depresi, kurang aktivitas fisik, serta gangguan tidur.
Meski pria tercatat lebih banyak mengalami gangguan pendengaran dan diabetes, dampak kondisi tersebut terhadap penurunan fungsi otak justru lebih besar ketika dialami perempuan.
Peneliti juga menemukan masalah kesehatan jantung dan metabolisme, seperti tekanan darah tinggi serta indeks massa tubuh berlebih, memberikan pengaruh negatif yang lebih tajam terhadap kemampuan berpikir perempuan.
Risiko Demensia Tidak Bisa Disamaratakan
Menurut peneliti, hasil studi ini menunjukkan bahwa risiko demensia tidak bisa ditangani dengan pendekatan yang sama pada setiap individu.
Meski penelitian tersebut hanya menunjukkan hubungan keterkaitan dan belum membuktikan sebab akibat secara langsung, hasilnya dinilai memperkuat pentingnya pendekatan kesehatan yang lebih personal berdasarkan jenis kelamin dan kondisi masing-masing individu.
Baca juga: Waspada! Infeksi Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Demensia
Pendekatan yang lebih spesifik diyakini penting untuk membantu menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
Tiga Langkah Penting untuk Menurunkan Risiko Demensia
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ada tiga langkah utama yang dinilai penting dilakukan perempuan untuk membantu menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif.
1. Menangani Gangguan Pendengaran Sejak Dini
Perempuan disarankan rutin memeriksakan pendengaran dan menggunakan alat bantu dengar apabila direkomendasikan tenaga kesehatan.
2. Mengelola Risiko Diabetes
Menjaga kadar gula darah tetap stabil dapat dilakukan melalui pola makan tinggi serat, rutin berolahraga, serta tidur yang cukup.
3. Mengontrol Tekanan Darah
Pengendalian tekanan darah dapat dibantu melalui pendampingan medis, aktivitas fisik teratur, serta pola makan sehat yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Peneliti menilai langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga kesehatan otak sekaligus menurunkan risiko demensia di masa lanjut usia, khususnya pada perempuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA