INDOZONE.ID - Kamu mungkin sering mendengar istilah sosiopat dan psikopat dalam percakapan sehari-hari atau saat menonton film misteri.
Kedua kondisi medis ini sebenarnya masuk ke dalam satu payung gangguan mental yang sama menurut buku panduan psikologi DSM-5, yaitu gangguan kepribadian antisosial.
Meskipun berada dalam kelompok yang sama, kedua istilah ini sebenarnya merujuk pada kondisi psikologis dengan kepribadian dan dampak perilaku yang berbeda jauh.
Memahami garis pembatas antara kedua gangguan kepribadian ini sangat penting agar kamu tidak keliru dalam menilai karakter seseorang di dunia nyata.
Baca juga: Apa Itu Self Awareness? Pengertian, Manfaat, dan Cara Melatih Kesadaran Diri
Secara umum, psikopat dikenal karena emosinya yang sangat dingin, sementara sosiopat cenderung lebih meledak-ledak namun masih menyendiri.
Supaya kamu bisa mengenali perbedaan mendasar di antara keduanya secara lebih jelas, yuk simak perbedaann berikut ini:
Menguak Sisi Medis Berdasarkan Faktor Penyebab Utamanya
Meskipun pemicu pastinya masih misterius, para ahli menduga ada kombinasi genetika dan trauma masa lalu yang memengaruhi kemunculan kedua gangguan ini pada diri seseorang.
Uniknya, sosiopat sering kali dipicu oleh adanya cacat otak bawaan atau pola asuh yang salah sejak kecil.
Baca juga: Kosakata Bahasa Jepang yang Wajib Dihafalkan untuk Pemula
Sementara itu, otak seorang psikopat terbukti mengalami penyusutan fisik di bagian frontolimbik yang membuat mereka kehilangan fungsi kontrol emosi dan rasa takut secara total.
Mengenali Gejala Klinis dan Karakteristik Khusus yang Muncul
Secara umum, kedua jenis gangguan kepribadian antisosial ini memiliki kesamaan dalam hal mengabaikan hukum, suka berbohong, dan bertindak impulsif.
Namun, jika kamu perhatikan lebih detail, seorang sosiopat sebenarnya masih memiliki nurani untuk menyadari bahwa tindakan buruknya itu salah meskipun mereka tidak bisa berhenti.
Hal ini berbeda total dengan psikopat yang memiliki harga diri sangat tinggi serta tega menyakiti orang lain tanpa ada rasa penyesalan sedikit pun.
Baca juga: Mau Body Goals ala Seleb? Kini Tak Perlu Jauh-jauh Oplas ke Brasil
Membedakan Cara dan Kemampuan Mereka dalam Bersosialisasi
Ketika berada di tengah kelompok, seorang psikopat justru bisa tampil sebagai sosok yang sangat menawan, karismatik, dan pandai beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Gaya bersahabat tersebut sebenarnya hanyalah kedok manipulatif yang sengaja mereka gunakan untuk memanfaatkan kamu demi keuntungan pribadi.
Sebaliknya, seorang sosiopat bakal terlihat lebih blak-blakan, mudah tersinggung, labil, dan lebih memilih untuk menarik diri dari lingkungan sosial.
Melihat Kontras Melalui Kemampuan Pengendalian Diri Sendiri
Perbedaan mencolok lainnya bisa kamu amati dari cara mereka mengontrol emosi saat rencana yang diinginkan berujung pada kegagalan.
Pengidap sosiopat akan sangat mudah merasa panik, gelisah, gugup, bahkan bisa bertindak sangat agresif secara spontan tanpa rencana matang.
Di sisi lain, seorang psikopat akan tetap bersikap sangat tenang, dingin, dan mampu menyusun strategi kejahatan yang sangat detail tanpa rasa takut tertangkap.
Membandingkan Kemampuan Membangun Ikatan Emosional dengan Orang Lain
Hal mendasar yang perlu kamu ketahui adalah sosiopat masih memiliki kapasitas untuk membentuk ikatan emosional yang tulus dengan individu atau kelompok tertentu.
Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan seorang psikopat yang sama sekali tidak mampu merasakan kedekatan batin dengan siapa pun.
Bagi seorang psikopat, keberadaan manusia lain di sekelilingnya hanyalah dianggap sebagai objek mati yang bisa dikendalikan sesuka hati.
Melalui pemahaman yang lebih mendalam mengenai poin-poin di atas, kamu kini bisa melihat dengan jelas bahwa kerugian yang disebabkan oleh seorang psikopat berpotensi jauh lebih berbahaya.
Sifat mereka yang dingin, pandai berpura-pura, dan penuh perhitungan membuat tindakan negatif mereka sulit untuk dideteksi sejak awal.
Meskipun begitu, kamu tidak perlu mendiagnosis orang di sekitarmu secara sembarangan hanya karena mereka memiliki sifat yang agak mirip.
Gangguan kepribadian antisosial yang dialami oleh sosiopat maupun psikopat tetap memerlukan pemeriksaan medis resmi dari dokter jiwa atau psikolog profesional.
Menjaga kewaspadaan diri terhadap perilaku manipulatif di lingkungan sekitar adalah langkah terbaik yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloamhospitals.com