Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 16 JUNI 2026 • 21:00 WIB

Manfaat dan Waktu Terbaik Olahraga untuk Ibu Hamil Menurut Ahli, Turunkan Risiko Preeklamsia

Manfaat dan Waktu Terbaik Olahraga untuk Ibu Hamil Menurut Ahli, Turunkan Risiko PreeklamsiaIlustrasi olahraga untuk ibu hamil. (Magnific)

INDOZONE.ID - Ibu hamil tetap diperbolehkan berolahraga selama tidak memiliki penyulit berdasarkan hasil pemeriksaan dokter kandungan sebelumnya. Aktivitas fisik yang dilakukan secara tepat bahkan dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari menurunkan risiko komplikasi kehamilan hingga membantu mempermudah persalinan normal.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Natasya Prameswari, mengatakan tidak ada usia kehamilan tertentu yang secara khusus menentukan kapan ibu hamil boleh mulai aktif berolahraga.

“Bumil (ibu hamil) boleh berolahraga apabila tidak ada penyulit dari pemeriksaan dokter obgyn sebelumnya,” kata dokter Natasya yang berpraktik di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dikutip dari Antara, Selasa (16/6/2026).

Kapan Waktu yang Tepat bagi Ibu Hamil Berolahraga?

Menurut Natasya, trimester kedua umumnya dianggap sebagai waktu yang lebih baik untuk mulai aktif berolahraga dibandingkan trimester pertama.

Pada trimester pertama, tubuh ibu masih beradaptasi dengan perubahan kehamilan. Kondisi seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada perut kerap membuat aktivitas fisik, termasuk olahraga, menjadi lebih sulit dilakukan.

Meski demikian, ibu hamil tetap diperbolehkan melakukan olahraga yang lebih intens saat memasuki trimester ketiga. Aktivitas yang sudah rutin dilakukan sebelumnya, seperti berjalan kaki lebih sering, dinilai dapat membantu mempermudah proses persalinan secara tidak langsung.

Baca juga: Benarkah Hamil di Atas 35 Tahun Lebih Berisiko? Ini Penjelasan Dokter

“Ibu hamil juga diperbolehkan melakukan olahraga yang lebih intens di trimester 3. Olahraga yang sudah dilakukan sebelumnya, misalnya jalan lebih sering, agar mempermudah jalan lahirnya secara enggak langsung. Tapi memang untuk ngepel jongkok itu sebenarnya mitos,” ujarnya.

Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan Saat Hamil

Natasya menyarankan ibu hamil untuk tetap melakukan jenis olahraga yang memang sudah biasa dijalani sebelum kehamilan.

Sebagai contoh, ibu yang sebelumnya rutin menjalani strength training dengan pendampingan profesional, masih diperbolehkan melanjutkan aktivitas tersebut. Begitu pula dengan olahraga lari.

“Lari diperbolehkan kalau sebelumnya sudah sering lari sebelum hamil. Lari juga harus gradual (bertahap), kita lihat adaptasi tubuh terhadap peningkatan heart rate (denyut jantung) dan panas tubuh,” kata dia.

Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil Menurut Dokter

Natasya mengatakan ibu hamil dianjurkan berolahraga setidaknya 150 menit setiap minggu. Berdasarkan penelitian, aktivitas fisik selama kehamilan dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan ibu.

Turunkan Risiko Komplikasi Kehamilan

Olahraga diperkirakan dapat membantu menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko preeklamsia dan diabetes gestasional.

Cegah Kenaikan Berat Badan Berlebihan

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu menjaga berat badan ibu hamil agar tidak meningkat secara berlebihan selama masa kehamilan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Manfaat dan Waktu Terbaik Olahraga untuk Ibu Hamil Menurut Ahli, Turunkan Risiko Preeklamsia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!