Ilustrasi vitamin C (Pexels/Polina Tankilevitch)
INDOZONE.ID - Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan alami, termasuk pada otak.
Salah satu perubahan yang umum terjadi adalah berkurangnya volume materi abu-abu (gray matter). Itu merupakan bagian otak, yang berperan penting dalam memproses informasi, mengendalikan gerakan, serta mengatur emosi.
Penurunan volume materi abu-abu, dapat membuat otak lebih sulit menjalankan fungsi tertentu. Misal, membentuk memori baru dan melakukan beberapa tugas sekaligus.
Selain itu, proses penuaan juga memengaruhi neuron dan neurotransmiter di otak, yang berperan dalam komunikasi antarsel saraf.
Perubahan ini dapat berdampak pada konektivitas otak, dan kemampuannya dalam menerima serta mengirimkan sinyal.
Dikutip dari Medical News Today, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan, pola makan sehat yang berfokus pada kesehatan otak, dapat membantu memperlambat penuaan otak dan penurunan fungsi kognitif.
Baca juga: 6 Manfaat Vitamin C untuk Wajah yang Bikin Kulit Cerah dan Sehat
Berbagai nutrisi seperti asam lemak omega-3, vitamin B, flavonoid, magnesium, vitamin E, dan vitamin C juga diketahui berpotensi mendukung kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
Kini, terdapat penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS One.
Penelitian tersebut menemukan, kadar vitamin C yang rendah dalam plasma darah, berkaitan dengan volume materi abu-abu otak yang lebih kecil, serta penurunan konektivitas otak pada orang lanjut usia.
Ilustrasi minum vitamin C (Popular Science)
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisis sampel darah, dan hasil pemindaian MRI dari sekitar 2.000 orang dewasa Jepang berusia di atas 64 tahun.
Peneliti mengukur volume materi abu-abu dan materi putih otak, serta kadar vitamin C dalam plasma darah para peserta.
Menurut Dr. Tomohiro Shintaku, asisten profesor di Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hirosaki, Jepang, vitamin C merupakan antioksidan penting yang memiliki konsentrasi di cairan serebrospinal otak lebih dari dua kali lipat dibandingkan di dalam darah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today