INDOZONE.ID - Menjaga kebugaran tubuh bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang banyak setiap hari.
Di dalam tubuhmu, terdapat komponen penting bernama elektrolit yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi saraf, serta mengatur kontraksi otot.
Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa aktivitas harian seperti berkeringat berlebih saat cuaca panas, olahraga berat, konsumsi alkohol, hingga diet ketat bisa menguras cadangan elektrolit ini dalam sekejap.
Ketika tubuhmu mulai kehabisan zat-zat penting seperti kalium, magnesium, natrium, dan kalsium, sistem organ akan mulai mengirimkan sinyal bahaya lewat berbagai keluhan fisik.
Baca juga: Bacaan Ta'awudz dan Artinya: Arab, Latin, serta Maknanya
Jika tanda-tanda ini terus kamu abaikan, dampaknya bisa merembet ke masalah kesehatan yang jauh lebih serius dan mengganggu produktivitasmu.
Biar kamu bisa mendeteksi kondisi ini sedini mungkin dan segera melakukan penanganan yang tepat, simak poin-poin gejala berikut ini:
Merasakan Klem atau Kerepangan Otot yang Muncul secara Tiba-tiba
Keluhan berupa kram otot yang kaku secara mendadak pada bagian betis atau paha sering kali menjadi indikator kuat bahwa tubuhmu sedang kekurangan kalium atau magnesium.
Kedua zat ini memegang kendali penuh dalam membantu otot-otot di tubuhmu untuk melakukan proses kontraksi dan relaksasi secara normal setelah beraktivitas.
Baca juga: Harumkan Nama Aceh Tengah, Nopia Dorsain Terima Penghargaan Nasional dari Menteri Agama RI
Masalah ini biasanya paling sering muncul saat kamu selesai melakukan olahraga berat atau ketika suhu udara di sekitarmu sedang sangat menyengat.
Kepala Kliyengan dan Sensasi Berputar saat Berdiri Terlalu Cepat
Kekurangan natrium atau tingkat dehidrasi yang parah bisa memicu penurunan tekanan darah secara drastis di dalam tubuhmu.
Akibatnya, kamu akan sering merasa pusing, kliyengan, atau kehilangan keseimbangan, terutama saat mencoba berdiri secara mendadak dari posisi duduk.
Jangan sepelekan sensasi dazed ini karena bisa menjadi indikator awal bahwa aliran oksigen ke otakmu sedang terhambat akibat minimnya kadar garam tubuh.
Baca juga: Memahami Imperative Sentence: Definisi, Fungsi, Contoh, dan Cara Penggunaan
Jantung Berdebar Kencang atau Ritme Detak yang Terasa Tidak Teratur
Elektrolit memiliki peran vital sebagai konduktor listrik alami yang bertugas mengatur detak jantungmu agar tetap berirama dengan konstan.
Ketika kadar kalsium atau kalium di dalam darahmu terlalu rendah maupun terlalu tinggi, kamu akan merasakan sensasi dada berdebar keras atau bahkan mengalami aritmia.
Kondisi ini membutuhkan perhatian medis yang cepat karena gangguan irama jantung yang kronis bisa memicu kelelahan ekstrem yang berbahaya.
Sering Linglung dan Mengalami Brain Fog yang Menurunkan Fokus
Tingkat natrium yang merosot tajam atau dikenal dengan istilah hiponatremia dapat mengganggu kinerja sel-sel saraf di dalam otakmu secara signifikan. Hal ini akan membuat kamu merasa cepat mengantuk, sulit berkonsentrasi, linglung, hingga mengalami fenomena kabut otak (brain fog). Pada kasus yang sudah sangat ekstrem, kelalaian dalam menjaga kadar natrium ini bahkan bisa memicu terjadinya kejang-kejang hingga koma.
Rasa Lelah Kronis yang Terus Menempel Sepanjang Hari
Jika kamu merasa selalu kehabisan energi padahal waktu tidur dan istirahatmu sudah dirasa cukup, bisa jadi itu bukan sekadar kelelahan biasa akibat kerjaan.
Kekurangan magnesium dan kalium membuat sistem saraf serta otot-otot tubuhmu dipaksa bekerja ekstra keras di luar kapasitas normalnya.
Efek domino dari malfungsi seluler ini akan memicu rasa lelah total di sekujur tubuh yang membuatmu malas bergerak sepanjang hari.
Munculnya Sensasi Kesemutan atau Mati Rasa di Saraf Tepi
Kadar kalsium yang drop di dalam sistem sirkulasimu sering kali menimbulkan sensasi aneh yang tidak nyaman pada permukaan kulit wajah, tangan, atau kaki.
Kamu mungkin akan merasakan sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum, mati rasa, atau ada getaran halus seperti disengat listrik tepat di bawah jaringan kulitmu.
Tanda-tanda sensorik ini merupakan cara sistem sarafmu memberi tahu bahwa mereka kekurangan asupan mineral untuk menghantarkan sinyal.
Serangan Sakit Kepala yang Menghentak Setelah Menguras Keringat
Mengalami sakit kepala yang berdenyut hebat setelah kamu berolahraga di bawah terik matahari atau sehabis muntah adalah tanda nyata dari deplesi natrium.
Otakmu seolah sedang mengalami tekanan fisik akibat perubahan volume cairan serebrospinal yang dipicu oleh hilangnya air garam dari tubuh.
Masalah sakit kepala ini biasanya akan terasa jauh lebih menyiksa bagi kamu yang memang memiliki riwayat penyakit migrain.
Untuk mengatasi gejala diatas, kamu tidak bisa hanya mengandalkan air putih biasa, melainkan harus melakukan hidrasi cerdas menggunakan cairan rehidrasi khusus (oralit) atau air kelapa murni.
Jangan melewatkan asupan garam dapur sepenuhnya terutama saat tubuhmu sedang memproduksi banyak keringat.
Selain mengoptimalkan cairan, kunci utama pemulihan elektrolit ini terletak pada pengaturan pola makan harianmu secara bijak.
Kamu sangat disarankan untuk rutin mengonsumsi makanan kaya kalium seperti pisang, ubi jalar, dan alpukat, sekaligus memasukkan unsur magnesium dari sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, serta biji-bijian.
Terakhir, pastikan kamu selalu menjaga keseimbangan diet dengan menjauhi metode diet kilat (crash diet) yang ekstrem maupun puasa jangka panjang agar organ tubuhmu tidak kekurangan bahan bakar dan selalu penuh energi setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Www.healthplanspain.com