INDOZONE.ID - Pas cuaca lagi panas-panasnya, refleks kita pasti langsung kepikiran buat beli es teh manis atau minuman dingin segar lainnya. Rasanya, minuman dingin adalah jalan ninja paling ampuh buat mengusir gerah di badan. Sebaliknya, minuman hangat kayak teh atau jahe panas biasanya kita simpan buat musim hujan.
Tapi tahu gak sih, ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya tepat lho! Sebuah penelitian justru mengungkap fakta unik, minum minuman panas di kala cuaca terik malah bisa bikin tubuh kita terasa lebih adem. Lah, kok bisa? Yuk, kita bongkar rahasia ilmiahnya.
Eksperimen Sepeda: Rahasia di Balik Keringat yang Bercucuran
Penasaran dengan fenomena ini, tim peneliti dari School of Human Kinetics di University Ottawa mencoba melakukan eksperimen unik. Mereka menguji beberapa atlet sepeda untuk melihat seberapa besar perubahan suhu tubuh mereka saat meminum air dengan suhu yang berbeda-beda.
Hasil riset yang dirilis dalam jurnal Acta Physiologica ini sukses bikin geleng-geleng kepala. Para atlet yang meminum air hangat justru mengalami penurunan suhu tubuh yang lebih efektif dibandingkan mereka yang minum air es.
Kuncinya ternyata ada pada respons alami tubuh kita, yaitu keringat. Saat air hangat masuk ke dalam tubuh, saraf kita bakal langsung mengirim sinyal ke otak kalau kondisi sedang "panas". Respons otomatisnya? Tubuh bakal memproduksi keringat lebih banyak. Keringat inilah yang menjadi pahlawan karena saat butiran keringat itu menguap dari kulit, suhu tubuh kita otomatis bakal ikut turun drastis.
Baca juga: Rekomendasi Minuman Hangat untuk Meredakan Batuk, Dijamin Ampuh
Tapi Ada Syaratnya: Efektif Cuma Pas Cuaca Kering!
Eits, tapi tunggu dulu. Trik minum air panas ini gak bisa asal dipakai di semua tempat. Para peneliti mencatat kalau efek mendinginkan ini cuma bekerja maksimal di lingkungan yang panas dan kering alias punya kelembapan udara yang rendah.
Kalau kamu menerapkannya di tempat yang super lembap, kayak di sebagian besar wilayah Indonesia yang gerah dan bikin lengket, keringat yang keluar bakal susah menguap. Alhasil, kamu malah bakal mandi keringat tanpa merasakan efek adem sama sekali.
Sudah Jadi Tradisi Ribuan Tahun di Berbagai Belahan Dunia
Fakta ilmiah ini sebenarnya bukan hal baru buat sebagian kelompok masyarakat. Kalau kita tengok sejarah, suku-suku nomad di padang pasir Afrika Utara, warga Timur Tengah, sampai masyarakat di India sudah terbiasa meminum teh atau chai panas di tengah teriknya matahari selama ribuan tahun.
Zaman dulu sebelum ada teknologi kulkas dan es batu, tradisi ini terbukti ampuh menjaga mereka tetap bugar di iklim ekstrem. Selain karena air panas cenderung lebih steril dan bebas kuman, kebiasaan ini juga terbukti tidak bikin tubuh mereka makin kepanasan.
Lantas, apakah minum es bikin tubuh makin panas? Gak juga, sih. Saat kita menenggak minuman sedingin es, tubuh kita memang harus mengeluarkan energi ekstra untuk menghangatkan air tersebut agar sesuai dengan suhu internal tubuh. Proses ini membakar kalori, tapi tidak sampai bikin suhu inti tubuh kamu melonjak naik.
Baca juga: 7 Puisi Singkat Minuman Cokelat yang Manis dan Bikin Hati Hangat
Yang Paling Penting: Jaga Cairan Tubuhmu!
Mau minumannya hangat atau dingin, aturan main paling krusial saat cuaca ekstrem adalah jangan sampai dehidrasi. Menurut lembaga pencegahan penyakit CDC, mencukupi kebutuhan air harian adalah obat paling manjur buat menghindari penyakit akibat sengatan cuaca panas.
Biar gak bingung, Dr. Bethany Agusala dari UT Southwestern Medical Center membagikan takaran ideal konsumsi air harian:
- Perempuan: Sekitar 2,7 liter (92 ons) per hari.
- Laki-laki: Sekitar 3,7 liter (125 ons) per hari.
Ngeri melihat angkanya yang banyak? Tenang, asupan cairan itu gak harus melulu datang dari air putih di dalam gelas kok. Kamu bisa menyiasatinya dengan ngemil buah atau sayuran yang punya kandungan air super tinggi, kayak semangka, tomat, atau mentimun. Selain sehat dan segar, cara ini dijamin bikin ritual hidrasimu jadi jauh lebih menyenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discovermagazine.com