Minggu, 05 JULI 2026 • 13:15 WIB

Anak Mendadak Sakit Perut dan Demam? Waspadai Radang Kelenjar Getah Bening Mesenterika

Author

Ilustrasi anak sakit perut. (Freepik)

INDOZONE.ID – Sakit perut pada anak, sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Padahal dalam beberapa kasus, keluhan tersebut dapat disebabkan mesenteric lymphadenitis

Penyakit itu merupakan peradangan pada kelenjar getah bening di dalam rongga perut, yang gejalanya kerap menyerupai radang usus buntu.

Mesenteric lymphadenitis, atau dikenal juga sebagai mesenteric adenitis, merupakan kondisi ketika kelenjar getah bening yang berada di jaringan mesenterium mengalami pembengkakan dan peradangan. 

Mesenterium adalah selaput tipis yang menghubungkan usus dengan dinding rongga perut. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak dan remaja, terutama setelah mengalami infeksi saluran cerna akibat virus.

Baca juga: Pilihan Makanan untuk Bantu Redakan Sakit Perut Anak, Apa Saja?

Apa Itu Mesenteric Lymphadenitis?

Dikutip dari Mayo Clinic, kelenjar getah bening merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, yang berfungsi membantu melawan infeksi. 

Ketika tubuh terserang virus atau bakteri, kelenjar getah bening dapat membengkak sebagai respons terhadap infeksi tersebut.

Pada mesenteric lymphadenitis, pembengkakan terjadi pada kelenjar getah bening yang berada di sekitar usus. Kondisi ini umumnya dipicu infeksi virus pada saluran pencernaan, seperti gastroenteritis atau flu perut.

Meski demikian, penyakit ini juga dapat disebabkan infeksi bakteri, penyakit radang usus, hingga kondisi yang lebih serius seperti limfoma.

Ilustrasi Anak Sakit Perut. (Freepik)

Gejala Mesenteric Lymphadenitis

Gejala utama mesenteric lymphadenitis adalah, nyeri pada perut yang sering kali muncul di bagian kanan bawah. Lantaran lokasinya yang mirip dengan radang usus buntu, kondisi ini kerap menimbulkan keraguan saat diagnosis.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Nyeri pada perut, terutama di bagian kanan bawah, meski dapat menyebar ke area lain.
  • Perut terasa nyeri saat ditekan.
  • Demam.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di mesenterium.

Apabila penyebabnya adalah infeksi saluran pencernaan, penderita juga dapat mengalami:

  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Nyeri perut merupakan keluhan yang cukup umum pada anak. Namun, orang tua perlu segera ke dokter apabila anak mengalami:

  • Nyeri perut yang muncul secara tiba-tiba dan sangat hebat.
  • Nyeri perut disertai demam.
  • Nyeri perut yang diikuti diare atau muntah.
  • Perut terasa sangat nyeri saat disentuh.
  • Buang air besar berdarah atau berwarna merah tua kehitaman.

Selain itu, pemeriksaan juga diperlukan jika nyeri perut tidak kunjung membaik dalam waktu singkat dan disertai:

  • Perubahan pola buang air besar.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sulit tidur akibat rasa nyeri.

Penyebab Mesenteric Lymphadenitis

Penyebab paling umum mesenteric lymphadenitis adalah infeksi virus, terutama gastroenteritis atau flu perut.

Infeksi tersebut memicu peradangan pada kelenjar getah bening, yang berada di mesenterium. Sehingga, menimbulkan pembengkakan dan rasa nyeri.

Selain infeksi virus, kondisi ini juga dapat dipicu oleh:

  • Infeksi bakteri.
  • Penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease atau IBD).
  • Limfoma atau kanker yang menyerang sistem limfatik.

Faktor Risiko

Risiko mesenteric lymphadenitis meningkat pada seseorang yang mengalami kondisi dengan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di rongga perut.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:

  • Gastroenteritis akibat virus.
  • Gastroenteritis akibat bakteri.
  • Penyakit radang usus.
  • Limfoma.

Baca juga: 6 Obat Alami Sakit Perut Anak, Aman dan Manjur

Cara Dokter Memastikan Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara mengenai riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik.

Bila diperlukan, beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan, seperti:

1. Tes darah

Tes darah membantu mengetahui apakah terdapat infeksi, serta mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya, baik virus maupun bakteri.

2. USG perut

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) menjadi salah satu metode utama untuk melihat pembengkakan kelenjar getah bening di rongga perut.

3. CT Scan

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan CT scan perut untuk memastikan diagnosis sekaligus menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, seperti radang usus buntu.

Pengobatan Mesenteric Lymphadenitis

Sebagian besar, kasus mesenteric lymphadenitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya, tanpa pengobatan khusus.

Pemulihan biasanya membutuhkan waktu sekitar empat minggu atau bahkan lebih, tergantung kondisi masing-masing pasien.

Untuk membantu meredakan gejala, dokter dapat memberikan obat penurun demam dan pereda nyeri seperti:

  • Parasetamol.
  • Ibuprofen.

Sementara itu, antibiotik hanya diberikan apabila penyebab penyakit terbukti merupakan infeksi bakteri dengan tingkat keparahan sedang hingga berat.

Hindari Memberikan Aspirin pada Anak

Orang tua perlu berhati-hati dalam memberikan aspirin kepada anak atau remaja. Anak yang sedang pulih dari cacar air maupun penyakit mirip influenza, tidak dianjurkan mengonsumsi aspirin.

Sebab, hal itu dapat meningkatkan risiko Sindrom Reye, yaitu kondisi langka tapi berbahaya yang dapat menyerang otak dan hati.

Perawatan di Rumah untuk Membantu Pemulihan

Selain pengobatan dari dokter, beberapa langkah sederhana di rumah dapat membantu mempercepat proses penyembuhan, antara lain:

  • Memberikan waktu istirahat yang cukup agar tubuh lebih cepat pulih.
  • Memastikan anak minum cukup cairan untuk mencegah dehidrasi akibat demam, muntah, atau diare.
  • Mengompres perut menggunakan handuk hangat yang lembap guna mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Memberikan makanan bertekstur cair atau lunak dalam porsi kecil, seperti kaldu atau sup ayam.

Oleh karena itu, apabila anak mengalami nyeri perut hebat yang disertai demam, muntah, diare, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera periksakan ke dokter. 

Penanganan yang tepat, akan membantu mencegah komplikasi sekaligus memastikan anak memperoleh terapi yang sesuai dengan penyebab penyakitnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU