INDOZONE.ID – Menambahkan sejumput garam ke dalam air minum, belakangan menjadi pembahasan sejumlah warganet di media sosial.
Banyak yang mengklaim, cara ini dapat membantu tubuh tetap terhidrasi, terutama setelah berolahraga atau beraktivitas di bawah terik matahari. Namun, benarkah kebiasaan tersebut efektif dan aman bagi kesehatan?
Seorang dokter anestesi sekaligus spesialis intervensi nyeri, Kunal Sood, menjelaskan, natrium atau sodium memang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Meski demikian, manfaat tersebut hanya berlaku pada kondisi tertentu, dan tidak berarti semua orang perlu menambahkan garam ke dalam air minum setiap hari.
Baca juga: Benarkah Minum Air Garam Bisa Meredakan Sakit Kepala Migrain? Ini Penjelasannya
Natrium Membantu Tubuh Menyerap dan Menahan Cairan
Air merupakan komponen utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, saat seseorang melakukan aktivitas fisik berat, berada di lingkungan bersuhu tinggi, atau berkeringat dalam jumlah banyak, tubuh tidak hanya kehilangan cairan, tapi juga elektrolit, termasuk natrium.
Lantaran alasan itulah, minuman atau larutan rehidrasi oral mengandung elektrolit, berfungsi untuk membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.
Menurut Kunal Sood, menambahkan sedikit garam ke dalam air, dapat membantu tubuh menyerap dan mempertahankan cairan dengan lebih baik.
"Natrium membantu tubuh menyerap dan menahan air, sehingga tubuh lebih mudah tetap terhidrasi, terutama setelah kehilangan banyak cairan akibat berkeringat atau dehidrasi," ucap Sood, dikutip dari Hindustan Times.
"Jika digunakan dalam jumlah yang tepat, cara ini juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas," sambungnya.
Ia menambahkan, metode ini paling bermanfaat bagi orang yang banyak berkeringat. Misal, atlet, pekerja lapangan, atau mereka yang harus beraktivitas lama tanpa sempat minum.
Membantu Tubuh Tahan Cairan Lebih Lama
Sood menjelaskan, beberapa penelitian menunjukkan, air yang mengandung sedikit garam dapat meningkatkan retensi cairan dibandingkan air putih biasa.
Dengan kata lain, tubuh mengeluarkan lebih sedikit cairan melalui urine, sehingga hidrasi dapat bertahan lebih lama.
Kondisi tersebut juga berpotensi membantu mengurangi sakit kepala yang dipicu oleh dehidrasi.
"Penambahan sedikit garam dapat membuat tubuh mempertahankan cairan lebih baik dan mengurangi jumlah urine yang dikeluarkan. Hal ini membantu menjaga hidrasi lebih lama, yang pada akhirnya dapat menurunkan risiko sakit kepala akibat kekurangan cairan," ujarnya.
Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Berlebihan
Meski memiliki manfaat dalam kondisi tertentu, Sood mengingatkan, konsumsi natrium secara berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Asupan garam yang terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Terlebih, pada orang yang memang memiliki riwayat penyakit tersebut.
Menurutnya, kebutuhan natrium setiap orang berbeda-beda, bergantung pada kondisi kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, hingga lingkungan tempat tinggal.
Oleh karena itu, menambahkan garam ke dalam air minum tidak bisa dijadikan kebiasaan umum, tanpa mempertimbangkan kebutuhan masing-masing individu.
Kondisi yang Membolehkan Tambahkan Garam di Air Minum
Secara umum, menambahkan sedikit garam ke dalam air minum dapat dipertimbangkan pada kondisi berikut:
- Setelah berolahraga dengan intensitas tinggi, dan mengeluarkan banyak keringat.
- Saat bekerja atau beraktivitas di lingkungan yang sangat panas.
- Ketika mengalami kehilangan cairan akibat berkeringat berlebihan.
- Dalam kondisi tertentu yang memerlukan penggantian elektrolit sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Namun, bagi orang yang aktivitasnya ringan dan sudah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, air putih umumnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.
Air Putih Tetap Jadi Pilihan Terbaik
Meski natrium berperan dalam proses hidrasi, para ahli menekankan, air putih tetap menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Penambahan garam hanya diperlukan dalam situasi tertentu, ketika tubuh kehilangan banyak elektrolit.
Bagi masyarakat yang memiliki hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, atau sedang menjalani diet rendah garam, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba kebiasaan ini.
Dengan kata lain, menambahkan sedikit garam ke dalam air minum memang dapat membantu mempertahankan hidrasi pada kondisi tertentu.
Namun, manfaatnya harus diimbangi dengan penggunaan yang tepat, dan tidak berlebihan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times