INDOZONE.ID - Kalau dengar kata psikiater, masih banyak orang yang langsung ciut duluan. Bukan cuma karena stigma yang masih nempel, tapi juga bayangan ribet prosesnya.
Belum lagi muncul pikiran takut dihakimi atau dianggap sepele. Padahal, mencari bantuan ke psikiater itu sama normalnya kayak ke dokter umum pas lagi sakit fisik.
Nggak perlu malu dan kamu juga nggak sendirian. Diam-diam, banyak orang yang juga lagi berjuang dengan hal yang sama.
Kabar baiknya, berobat ke psikiater pakai BPJS itu sebenarnya nggak seribet yang dibayangkan. Selama kamu tahu alurnya dan ada persiapan, prosesnya bisa jauh lebih ringan.
Rasa takut itu wajar, tapi bukan berarti harus jadi penghalang buat dapat bantuan yang memang kamu butuhkan.
Yuk, kita bahas cara mengatasi rasa takut ke psikiater pakai BPJS dan sedikit tips-nya di sini!
Kenapa Banyak Orang Takut ke Psikiater?
Salah satu alasan kenapa orang takut ke psikiater adalah, denial soal kondisi diri sendiri. Mengakui kalau diri kita lagi nggak baik-baik saja memang bukan hal mudah.
Ada beberapa alasan yang sering bikin kita overthinking duluan sebelum berangkat:
1. Stigma kuno
Masih banyak lingkaran sosial yang menganggap ke psikiater artinya gila. Padahal, ini pandangan yang salah besar.
2. Takut di-judge
Khawatir kalau cerita kita dianggap sepele, lebay, atau justru disalahkan oleh dokter.
Baca juga: 10 Kendala saat ke Psikiater Pakai BPJS dan Cara Atasinya
3. Overthinking soal diagnosa
Takut mendengar vonis medis. Banyak yang punya pikiran "Nanti kalau aku didiagnosis gangguan jiwa parah gimana?"
4. Trauma masa lalu
Mungkin pernah konsultasi ke dokter lain tapi dapat respons yang galak atau kurang berempati. Makanya, pas mau datang ke psikiater jadi ada perasaan nggak enak duluan.
Kalau kamu merasakan salah satu poin di atas, kamu nggak sendirian. Wajar banget punya ketakutan itu, apalagi buat yang baru pertama kali mau datang ke psikiater.
Baca juga: Perbandingan Psikiater BPJS dan Umum: Biaya, Layanan, dan Waktu Tunggu
Fakta: Berobat ke Psikiater Itu Normal Banget
Mari kita luruskan faktanya. Psikiater adalah dokter spesialis medis yang fokus pada kesehatan mental, sama seperti dokter spesialis jantung atau kandungan.
Kalau kamu batuk nggak sembuh-sembuh, solusinya bisa ke dokter paru. Nah, kalau pikiran dan emosimu sudah mengganggu aktivitas, pergi ke psikiater adalah langkah logis.
Bahkan, banyak publik figur dan orang-orang sukses di sekitar kita yang rutin ke psikiater demi menjaga produktivitas mereka.
Alur ke Psikiater Pakai BPJS
Salah satu ketakutan terbesar lainnya adalah bayangan birokrasi BPJS yang ribet. Padahal, kalau tahu alurnya, prosesnya sebenarnya simpel banget:
1. Datang ke Faskes 1
Kunjungi Puskesmas atau klinik tempat BPJS kamu terdaftar.
2. Konsultasi ke Dokter Umum
Ceritakan keluhan psikologis yang kamu alami (misal: susah tidur berhari-hari, cemas berlebih, dll).
3. Minta Surat Rujukan
Kalau dokter umum menilai kamu butuh penanganan spesialis, mereka akan membuatkan surat rujukan ke poli jiwa rumah sakit.
4. Datang ke RS Rujukan
Bawa surat rujukan (cetak/digital) beserta KTP dan kartu BPJS ke RS yang ditunjuk.
5. Daftar & Tunggu Antrean
Lakukan registrasi di bagian BPJS RS, lalu tunggu giliranmu dipanggil di Poli Jiwa.
Tips Anti-Ribet:
Siapkan berkas (KTP, Kartu BPJS, Surat Rujukan) dalam satu map. Datanglah lebih pagi karena antrean BPJS biasanya cukup panjang.
Beberapa RS juga sudah menyediakan pendaftaran online lewat aplikasi Mobile JKN, kamu manfaatkan fitur ini.
Akan tetapi, beberapa RS ada yang harus melakukan pendaftaran offline kalau kamu baru pertama kali datang sebagai pasien.
Hal yang Bikin Takut dan Cara Mengatasinya
Mari kita cari solusi untuk kecemasan-kecemasan spesifik yang sering muncul di kepala kamu:
1. Takut mendadak blank atau bingung mau ngomong apa
Solusi:
Tulis semua keluhan, perasaan, dan pertanyaan kamu di aplikasi notes HP sebelum berangkat. Pas di dalam ruangan, tinggal baca atau tunjukkan ke dokternya.
2. Takut dihakimi
Solusi
Ingat, psikiater adalah profesional yang diikat sumpah medis. Tugas mereka adalah menyembuhkan dan memahami gejalamu secara klinis, bukan mengadili moralitasmu.
3. Takut ketergantungan obat
Solusi
Jangan ragu untuk bertanya. Tanyakan dengan jelas, "Dok, obat ini fungsinya apa? Efek sampingnya apa? Dan bagaimana rencana jangka panjang pengobatannya?" Psikiater yang baik akan menjelaskan dengan terbuka.
4. Takut ribet urusan BPJS
Solusi:
Ubah pola pikir. Anggap saja antrean panjang BPJS adalah harga yang setara untuk mendapatkan pengobatan gratis dan berkualitas demi kesembuhanmu.
Tips Biar Lebih Siap Hadapi Sesi Pertama
Agar sesi konsultasimu berjalan lancar, terapkan beberapa tips berikut:
1. Jujur pada psikiater
Cerita kamu nggak perlu runtut, rapi, atau puitis. Katakan saja apa adanya, bahkan jika itu terasa memalukan.
2. Boleh nangis
Jangan ditahan. Ruang psikiater adalah ruang aman. Menangis justru membantu dokter melihat seberapa dalam luapan emosi yang kamu pendam.
3. Kamu punya hak memilih
Kalau di pertemuan pertama kamu merasa vibes dokternya nggak cocok, kamu berhak meminta ganti dokter atau faskes rujukan.
Merasa takut, cemas, atau ragu itu wajar banget. Memulai sesuatu yang baru, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental, memang butuh keberanian.
Namun ingat, rasa takutmu hari ini jangan sampai menghalangi hak kamu untuk sehat dan bahagia, ya. Kamu berharga dan kamu berhak mendapatkan bantuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan