Rabu, 15 JULI 2026 • 13:45 WIB

Menolak Pensiun! Chef Austria Pakai Kursi Gantung Demi Bisa Memasak Usai Alami Cacat Permanen

Author

Chef Autria, Peter Lammer pakai kursi gantung demi bisa memasak usai alami cacat permanen (Instagram/_martinkocher)

INDOZONE.ID - Seorang chef asal Austria membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari sebuah karier. 

Setelah mengalami kecelakaan motor yang membuatnya cacat permanen, ia berhasil kembali bekerja di dapur berkat sebuah kursi gantung inovatif yang memungkinkannya melayang saat memasak.

Peter Lammer sempat mengira impiannya sebagai seorang chef telah berakhir. 

Kecelakaan motor yang dialaminya menyebabkannya mengalami cedera serius pada kakinya. 

Baca juga: Kisah Wanita yang Menikah dengan Petugas Damkar yang Pernah Menyelamatkannya Saat Kebakaran Meski Kondisi Cacat

Meski telah menjalani beberapa kali operasi dan enam tahun fisioterapi, kondisinya tak kunjung pulih hingga ia tetap tidak bisa berdiri untuk bekerja. 

Berbagai dokter dan ahli bahkan mengatakan bahwa Lammer tidak akan pernah bisa kembali menjalani pekerjaan yang mengharuskannya berdiri dalam waktu lama, termasyk profesinya sebagai chef. 

Namun, harapan datang dari sahabatnya, Bernhard Tichy, seorang tukang kayu sekaligus pendaki gunung yang juga mengelola wahana zipline di dekat tempat tinggal mereka.

Melihat kondisi Lammer, Tichy menciptakan sebuah kursi gantung khusus yang dipasang di langit-langit dapur restoran. 

Alat tersebut dirancang untuk menopang berat tubuh Lammer sehingga tekanan pada kaki yang cedera bisa berkurang secara signifikan.

Kini, Lammer kembali aktif memasak di restoran miliknya, Johanneskeller, yang berada di Salzburg, Austria.

Saat bekerja, ia duduk di atas pelana sepeda yang terhubung dengan rangka logam berbentuk huruf C dan menggantung pada rel di langit-langit dapur.

Sistem sel tersebut memungkinkan Lammer bergerak dengan mudah, berputar, dan meluncur dari satu sisi dapur ke sisi lainnya tanpa harus berdiri. 

Dengan alat itu, Lammer kembali menyiapkan berbagai hidangan, termasuk ikan segar yang didatangkan langsung dari Danau Königssee.

View this post on Instagram

A post shared by Martin Kocher (@_martinkocher)

Baca juga: Remaja di China Cacat Akibat Hukuman 1000 Squat dari Gurunya di Kamp Musim Panas

Bagi Tichy, inovasi sederhana ini bukan hanya membantu sahabatnya kembali bekerja, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan keterbatasan fisik. 

"Alat ini memberikan harapan baru bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan kekuatan pada kaki," ujar Tichy seperti dikutip dari Instagram _martinkocher, Rabu (15/7/2026).

Kisah Lammer menjadi bukti bahwa kreativitas, teknologi sederhana, dan dukungan dari orang-orang terdekat mampu membuka kembali peluan bagi penyandang disabilitas untuk tetap berkarya dan menjalani profesi yang mereka cintai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/_martinkocher

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU