Minggu, 26 JULI 2026 • 16:05 WIB

Haus Nggak Hilang-Hilang Padahal Sudah Banyak Minum? Ternyata Ini 6 Penyebabnya!

Author

Ilustrasi orang yang kehausan. (freepik) 

INDOZONE.ID - Pernah mengalami momen di mana tenggorokan terasa tetap kering meski sudah meneguk bergelas-gelas air? 

Kalau rasa dahaga itu muncul seusai berolahraga berat atau saat cuaca sedang terik, hal itu sangat wajar.

Namun, jika rasa haus terus membayangi padahal asupan cairanmu terbilang cukup, ada baiknya kamu mulai pasang mode waspada.

Air sendiri memainkan peran vital dalam mendukung hampir seluruh mekanisme biologis tubuh kita. 

Baca juga: Buah dan Sayuran Ternyata Bisa Bantu Cegah Asam Urat, Ini Penjelasan Studinya

Menurut pakar kesehatan dari platform PlushCare, Dr. Linda Anegawa, air bertugas menjaga kelancaran aliran darah, membuang sisa metabolisme, mengontrol suhu tubuh, hingga mengoptimalkan kinerja sistem saraf.

"Fungsi air sangat krusial untuk memastikan darah mengalir lancar, limbah tubuh terbuang efektif, suhu tubuh stabil, serta membantu pembentukan hormon dan sinyal penting di sistem saraf," ungkapnya, dikutip dari Byrdie.

Lalu, apa yang sebenarnya membuat tubuh kita tetap merasa kehausan meski sudah rajin minum? Mari bedah 6 pemicu utamanya di bawah ini!

1. Tubuh Kekurangan Asupan Elektrolit

Banyak minum tidak serta-merta menjadi jaminan bahwa tubuhmu sudah terhidrasi secara sempurna. Seorang ahli gizi berlisensi, Caitlin Self, memaparkan bahwa sel-sel tubuh memerlukan bantuan mineral elektrolit seperti natrium, magnesium, kalium, dan klorida agar air bisa diserap dengan maksimal.

Baca juga: Enggak Disangka, Hormon Testosteron Ternyata Berperan dalam Cara Ayah Mengasuh Anak

"Sering kali kita giat minum air putih, namun lupa mengonsumsi buah dan sayur yang cukup. Dampaknya, elektrolit justru ikut terbuang bersama air seni dan memicu tubuh mengirimkan sinyal haus kembali," paparnya.

Tips Praktis: Biar cairan tubuh seimbang, imbangi kebiasaan minum air putih dengan mengonsumsi sumber elektrolit alami, seperti buah pisang, semangka, timun segar, atau air kelapa.

2. Terlalu Banyak Cairan Keluar Lewat Keringat

Keringat yang keluar saat kamu beraktivitas fisik intens atau berada di area berudara panas tidak hanya membuang air, tetapi juga menguras cadangan elektrolit. 

Menggantinya dengan air putih biasa saja sering kali belum cukup untuk memulihkan kestabilan cairan tubuh.

Baca juga: Kenali Tanda Haid Tidak Normal yang Perlu Diwaspadai, Jangan Anggap Sepele!

Dr. Dana Cohen, seorang dokter spesialis penyakit dalam integratif, menyebutkan bahwa tubuh sangat membutuhkan asupan elektrolit tambahan, terutama pasca olahraga berat agar proses rehidrasi berjalan efektif.

Ia juga mengingatkan, meminum air putih dalam jumlah besar setelah berkeringat hebat tanpa diimbangi asupan mineral justru berisiko membuat kadar elektrolit dalam tubuh semakin encer.

3. Salah Mengartikan Sinyal Lapar Sebagai Haus

Tubuh kerap kali mengirimkan sinyal yang mirip ketika sedang butuh energi dan butuh cairan. Contoh gejala yang ambigu ini antara lain tubuh mendadak lemas atau perasaan yang jadi gampang cranky (mudah marah).

Caitlin Self menambahkan, kekeliruan menangkap sinyal ini lebih rentan dialami oleh mereka yang memiliki masalah pada regulasi gula darah. 

Baca juga: Sering Bau Mulut meski Sudah Sikat Gigi? Simak Cara Mengatasinya

Alhasil, seseorang akan terus-menerus meneguk air padahal tubuhnya sedang 'menjerit' meminta asupan makanan. Karena itu, penting untuk belajar lebih peka membedakan mana sinyal butuh minum dan mana sinyal butuh makan.

4. Proses Rehidrasi Tubuh Membutuhkan Waktu

Jangan membayangkan air yang kamu minum bisa langsung menghilangkan dahaga dalam hitungan detik. Tubuh memerlukan jeda waktu untuk memproses cairan tersebut.

Dr. Anegawa menerangkan bahwa air yang baru masuk akan dialirkan terlebih dahulu ke dalam sirkulasi darah sebelum akhirnya disebarkan ke berbagai jaringan sel. Itulah alasan mengapa rasa haus tidak bisa lenyap secara mendadak.

"Air yang kita minum harus masuk ke sistem sirkulasi darah dulu sebelum didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. Jadi, proses pemulihan cairan itu tidak terjadi secara instan," terangnya.

Baca juga: Ubi untuk Diet, Benarkah Efektif Menurunkan Berat Badan?

5. Efek Samping dari Konsumsi Obat-Obatan

Bila kamu sedang dalam masa pengobatan, jenis obat tertentu bisa jadi dalang di balik rasa hausmu. Salah satunya adalah jenis obat diuretik, yang bekerja memicu pembuangan cairan dan garam tubuh melalui saluran kemih.

Efeknya, tubuh akan lebih cepat kehilangan cairan dan elektrolit sehingga merespons dengan memicu rasa haus yang lebih sering. 

Jika kamu merasakan haus tak biasa saat mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mengonfirmasi apakah itu merupakan efek samping yang wajar.

6. Gejala Awal dari Masalah Kesehatan Tertentu

Dahaga yang membandel dan tak kunjung reda juga bisa menjadi sinyal awal dari indikasi medis tertentu, seperti diabetes atau gangguan pada sistem regulasi cairan tubuh.

Baca juga: Kafein Bukan Sekadar Bikin Melek, Ini Manfaatnya untuk Tubuh

Kamu perlu lebih waspada jika rasa haus berlebih ini dibarengi dengan pola buang air kecil yang makin sering, penurunan berat badan secara mendadak tanpa sebab jelas, atau rasa lelah yang berkepanjangan.

Apabila keluhan ini terus berlanjut meski kebutuhan air harianmu sudah terpenuhi, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar bisa terdeteksi dan ditangani secara tepat sejak dini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Byrdie.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU