Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 18 FEBRUARI 2024 • 12:15 WIB

Kisah Haru Anak Penjual Gula Jawa Raih Gelar Profesor, Minta Maaf ke Adik yang Tak Lanjut Sekolah Demi Biayai Kuliahnya

Kisah Haru Anak Penjual Gula Jawa Raih Gelar Profesor, Minta Maaf ke Adik yang Tak Lanjut Sekolah Demi Biayai KuliahnyaDosen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Sarjiya.

INDOZONE.ID - Dosen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Sarjiya, resmi dikukuhkan sebagai guru besar di ruang balai senat UGM pada Kamis 1 Februari 2024 lalu.

Saat dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Teknik, ada momen Prof Sarjiya tak kuasa menahan tangis saat meminta maaf kepada kedua orang tuanya atas pencapaiannya tersebut.

"Terima kasih sebesar-besarnya saya haturkan kepada orang tua saya, bapak Pujidiono almarhum dan ibu saya ibu Sumirah yang telah mengasuh, membesarkan, mendidik, memberikan keteladanan dan menumpahkan semua kasih sayang kepada saya," kata Prof Sarjiya sambil menahan tangis dilihat pada YouTube UGM, Minggu (18/2024).

Meskipun kedua orangtuanya tak punya pendidikan setingginya, Prof Sarjiya tetap gigih melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi.

Baca Juga: Australia Siap Terapkan Aturan Baru: Karyawan Berhak Menolak Panggilan Atasan di Luar Jam Kerja

"Meskipun bapak almarhum dan ibu tidak bisa membaca menulis, tidak pernah merasakan bangku sekolah," ujarnya.

Dia menuturkan, meskipun perekonomian kedua orangtuanya terbatas, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi.

"Bahkan dengan pendapatan keluarga yang sangat terbatas di mana ayah almarhum sebagai buruh topong kambing dan ibu sebagai penjual gula jawa. Dengan berjalan menyusuri kota-kota Yogyakarta, bapak dan ibu waktu itu berani membuat keputusan untuk mengizinkan dan membiayai saya melanjutkan sekolah," kata dia.

Selain itu, ia juga menyampaikan terimakasih kepada kakak dan adiknya, karena turut membantu perekonomian keluarganya. Bahkan, kata dia, ada salah satu adiknya yang berkorban untuk tidak melanjutkan sekolah ke bangku SMA, agar dia mengejar cita-citanya kuliah di perguruan tinggi.

Baca Juga: Menaker Temui Dubes Indonesia untuk Laos, Bahas Peluang Kerja Sama Ketenagakerjaan

"Terimakasih juga kepada kakak-kakakku, mbak Yanti, mbak Gina, mbak Jenen, serta adikku Arsi Suparsih yang banyak berkorban dan ikut membantu perekonomian keluarga supaya saya bisa terus lanjut sekolah hingga jenjang perguruan tinggi," ujarnya.

"Secara khusus saya memohon maaf kepada adik Suparsih yang pada waktu itu tidak bisa melanjutkan ke bangku SMA, meskipun dengan nilai ujian SMP yang sangat baik karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk membiayai sekolah kita berdua," lanjutnya.

Mendengar pidato anaknya tersebut, Sumirah tak kuasa menahan tangis dan sesekali tampak mengusap air matanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube UGM

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Haru Anak Penjual Gula Jawa Raih Gelar Profesor, Minta Maaf ke Adik yang Tak Lanjut Sekolah Demi Biayai Kuliahnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!