Ilustrasi gaya hidup minimalis. (wellandgood.com)
INDOZONE.ID - Tahun 2025 ini gaya hidup banyak berubah, dan salah satu yang lagi naik daun ialah hidup minimalis.
Di media sosial, kita sering lihat konten soal decluttering, rumah serba putih yang estetik, sampai rutinitas harian yang kelihatan tenang dan tertata.
Tapi pertanyaannya, apakah minimalisme ini cuma tren visual yang numpang lewat? Atau justru bisa jadi gaya hidup jangka panjang yang bener-bener ngasih manfaat nyata?
Baca juga: Pura-pura Sibuk demi Social Battery: Capek Mental atau Cuma Alasan?
Minimalisme bukan soal punya barang sedikit, rumah kosong, atau hidup serba putih. Inti dari minimalisme adalah hidup dengan niat.
Ini soal memilih untuk fokus pada hal-hal yang penting, dan melepaskan yang tidak memberi nilai atau hanya menjadi beban.
Setiap orang bisa menerapkan minimalisme dengan cara yang berbeda, tergantung gaya hidup, pekerjaan, dan prioritas masing-masing.
Ada yang memulai dengan membersihkan lemari baju, ada yang mulai dari mengurangi notifikasi HP, dan ada juga yang memilih untuk membatasi interaksi sosial yang tidak memberi energi positif.
Semua pendekatan sah-sah saja selama dilandasi oleh tujuan yang jelas yakni hidup lebih sadar dan terarah.
Baca juga: Bikin Rutinitas Tapi Nggak Pernah Jalan? Bisa Jadi Kamu Terjebak di ‘Productivity Illusion’
Banyak orang semangat banget mulai hidup minimalis, tapi baru jalan beberapa minggu aja udah nyerah. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka hanya ikut tren tanpa menggali alasan pribadi.
Mereka terlalu fokus pada hasil visual ruang kosong, rak rapi, feed Instagram yang estetik tanpa memahami kenapa mereka melakukan itu semua.
Ada juga yang merasa harus langsung ekstrem, membuang setengah isi rumah atau memaksakan diri hidup tanpa kenyamanan.
Padahal, minimalisme tidak menuntut kamu jadi kaku. Justru, kunci keberhasilan terletak pada keberlanjutan, bukan kecepatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Themicmagazine.co.uk, Designservicesltd.com