Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 02 JULI 2025 • 19:05 WIB

Pura-pura Sibuk demi Social Battery: Capek Mental atau Cuma Alasan?

Pura-pura Sibuk demi Social Battery: Capek Mental atau Cuma Alasan?Ilustrasi social battery (Freepik)

INDOZONE.ID - Di era digital, kelelahan sosial bukan cuma sekadar keluhan biasa, tapi seringkali dijadikan alasan atau "pelindung" untuk menghindari interaksi sosial yang terasa melelahkan. 

Ntah kamu pernah mengalaminya atau malah jadi pelakunya, fenomena ini makin sering terdengar: pura-pura sibuk, padahal aslinya lagi rebahan di kamar sambil scroll TikTok. 

Fenomena ini disebut Social Battery Manipulation, sebuah pola psikologis dimana seseorang sengaja memakai alasan kelelahan sosial atau emosional untuk menghindari ajakan bersosialisasi, meskipun dalam kenyataannya belum tentu benar-benar merasa lelah.

Menariknya, tren ini berkembang sejalan dengan meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan gen z dan milenial yang kini semakin terbuka dalam membicarakan isu-isu psikologis secara jujur dan tanpa stigma. 

Tapi, apakah ini murni bentuk self-care, atau justru bentuk baru dari isolasi sosial yang terselubung?

Baca juga: Main Character Syndrome: Efek Negatif Algoritma Medsos yang Bisa Merusak Hubungan Sosial, Bikin Khawatir Psikolog

Kenapa Banyak yang Ngakunya Capek Sosial?

Secara kasat mata, makin banyak orang yang mulai berani terbuka tentang perasaan burnout, kecemasan, hingga overthinking yang mereka alami. 

Itu bagus. Namun, menurut pengamatan tren di media sosial, muncul juga kecenderungan untuk menggunakan istilah-istilah mental health sebagai tameng supaya nggak dicap nggak asik, agar tetap bisa berkata tidak tanpa perlu memberi penjelasan panjang lebar atau sekadar demi tetap nyaman menikmati waktu rebahan tanpa rasa bersalah.

Beberapa orang bahkan sengaja membuat kesan sibuk, seperti update story kerja lembur, rapat Zoom, atau balas chat pakai emoji doang, padahal kenyataannya mereka hanya ingin sendiri. 

Hal ini memang tidak salah, tapi yang menjadi pertanyaan ketika dilakukan terus-menerus, benarkah mereka kelelahan sosial, atau sedang memanipulasi alasan?

Self-Care vs Social Evasion

Konsep baterai sosial (social battery) awalnya digunakan untuk menggambarkan kapasitas mental seseorang dalam bersosialisasi, dan bahwa setiap individu punya level yang berbeda. 

Introvert misalnya, bisa cepat merasa lelah di tengah keramaian, sedangkan ekstrovert justru mendapatkan energi dari berinteraksi.

Namun kini, istilah tersebut berkembang menjadi senjata halus untuk menghindari tanggung jawab sosial. 

Tidak sedikit yang akhirnya terjebak dalam siklus: menolak ajakan, merasa bersalah, tapi tetap melakukannya lagi hingga tanpa sadar membangun dinding sosial yang tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Culturacolectiva

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pura-pura Sibuk demi Social Battery: Capek Mental atau Cuma Alasan?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!