Ilustrasi insomnia (photo/istock/amenic181)
INDOZONE.ID - Penelitian terbaru menemukan bahwa scroll handphone 30 menit sebelum tidur bisa berisiko insomnia sebesar 59%. Mulai sekarang tinggalin kebiasaan ini karena dampaknya buruk buat kesehatan.
Dalam studi itu, para peneliti menduga bahwa layar handphone menjadi penyebab stimulasi emosional yang dikelola otak.
Untuk meninggalkan kebiasaan ini, para ahli menyarankan agar kamu gak scrolling handphone atau menonton tv di tempat tidur dan menggantinya dengan aktivitas santai lainnya di malam hari, seperti membaca buku.
Karena kebiasaan scroll hp sebelum tidur bisa berdampak serius terhadap kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
Para peneliti dari Norwegia mempublikasikan studi ini di jurnal Frontiers in Psychiatry, dengan survei terhadap lebih dari 45.000 peserta usia 18 hingga 28 tahun terkait penggunaan layar di tempat tidur dan kebiasaan tidur mereka. Temuan utamanya, setiap satu jam penggunaan layar di tempat tidur, jam tidurnya akan berkurang 24 menit dan risiko insomnia yang lebih tinggi.
Meskipun hubungan sebab-akibat ini belum sepenuhnya jelas, orang yang mengalami insomnia bisa memicu berbagai penyakit kronis dalam jangka panjang. Seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan lainnya.
“Kurang waktu tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kelelahan, gangguan fungsi kognitif, dan kesehatan mental yang buruk,” terang penulis utama studi, Dr. Borge Sivertsen dari Norwegian Institute of Public Health.
“Bagi orang dewasa muda, yang memang cenderung kurang tidur, kehilangan hampir setengah jam tidur per malam bisa sangat berarti dalam hitungan minggu atau bulan,” katanya lagi.
Baca juga: Penting Disimak! 4 Tips Screen Time yang Bikin Gen Z Lebih Produktif, Jangan Cuma Scroll Sosmed
Ada juga hasil survei online Students’ Health and Wellbeing Study 2022 yang dianalisis Sivertsen dan timnya. Survei ini mengumpulkan informasi tentang penggunaan layar di tempat tidur, yang dibagi ke dalam enam aktivitas:
Peserta diminta mengisi seberapa sering dan berapa lama mereka melakukan masing-masing aktivitas di tempat tidur setiap minggunya. Mereka juga melaporkan jam tidur, waktu bangun, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, serta seberapa sering mereka mengalami gejala insomnia seperti sulit tidur, terbangun di malam hari, atau merasa mengantuk di siang hari.
Setelah mengevaluasi kebiasaan tidur, gejala insomnia, dan penggunaan layar peserta di malam hari, para peneliti menemukan bahwa setiap jam terpapar layar di tempat tidur punya waktu 24 menit tidur yang lebih sedikit. Misalnya, jika seseorang menonton TV selama dua jam di tempat tidur, mereka cenderung tidur 48 menit lebih sedikit dari rata-rata.
Baca juga: Brain Rot Mengintai Gen Z karena Kecanduan Game, Scrolling hingga FOMO
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health