Ilustrasi orang tua dan anak. (freepik)
INDOZONE.ID - Menjalin hubungan orang tua dan anak setelah dewasa memang berbeda dibanding saat mereka masih kecil. Anak yang sudah mandiri biasanya memiliki kehidupan dan kesibukan sendiri, sehingga komunikasi bisa berkurang tanpa disadari.
Namun, ada berbagai kebiasaan orang tua yang membuat anak dekat dan nyaman berbagi cerita, meski jarak atau waktu menjadi penghalang. Berikut diantaranya.
Ilustrasi orang tua dan anak yang beranjak dewasa. (freepik)
Psikolog keluarga Dr. Jeffrey Bernstein menegaskan bahwa menghargai batasan dan kemandirian anak dewasa penting untuk membangun rasa saling percaya.
Mulailah dengan bertanya, “Kamu mau dengar pendapatku?” alih-alih langsung memberi instruksi. Jika jawabannya tidak, terima saja. Jangan lupa memberi selamat atas pencapaian kecil mereka, supaya kemandirian terasa menyenangkan, bukan sepi.
Baca juga: 7 Kesalahan Orang Tua yang Sering Dilakukan Tanpa Disadari, Apa Saja?
Kapan terakhir kali mengirim pesan pada anak yang bukan berisi permintaan, pengingat, atau nasihat? Orang tua yang tetap dekat biasanya mengirim hal-hal ringan seperti saling mengirim video lucu, candaan internal, atau foto hewan peliharaan yang lucu.
Penelitian menunjukkan, momen positif kecil yang konsisten membuat hubungan lebih tangguh menghadapi masalah besar. Bagi yang ingin menjaga kedekatan dengan anak yang telah dewasa, cara ini bisa jadi langkah sederhana tapi efektif.
Banyak anak dewasa mengaku ingin curhat, tapi justru dipotong dengan “solusi” sebelum mereka selesai bicara. Cobalah mengganti “Kamu harus…” dengan “Wah, itu berat ya. Kamu bisa nggak cerita lebih banyak?”
Dr. John Gottman menemukan bahwa hubungan sehat punya rasio lima interaksi positif untuk setiap satu komentar negatif saat konflik. Bahkan anggukan dan “hmm” sudah termasuk positif.
Baca juga: Kenapa Anak Sering Membantah? Ini 10 Alasan yang Sering Tak Disadari Orang Tua
Saran yang datang tiba-tiba bisa terasa seperti masuk tanpa izin. Perlakukan nasihat seperti hadiah dan tanyakan dulu apakah mereka mau menerimanya. Kalau tidak, tahan diri. Kadang, tidak memberi saran justru lebih menunjukkan kepercayaan.
Wisuda dan pernikahan memang momen besar, tapi hubungan hangat juga tumbuh dari ucapan “Hebat, kamu akhirnya nyuci baju juga!” Perayaan kecil mengimbangi kecenderungan otak fokus pada hal negatif.
Tradisi keluarga seperti makan malam bersama mungkin sulit dijaga setelah anak dewasa. Tapi kebiasaan baru bisa diciptakan, seperti ngopi sebulan sekali atau debat santai soal berita yang tengah viral sambil maka. Konsistensi dalam membuat kebiasaan ini adalah salah satu tips menjaga hubungan anak dan orang tua yang efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vegoutmag.com