Ilustrasi anak ketakutan. (Freepik)
INDOZONE.ID - Rasa takut adalah emosi yang wajar dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak. Namun, ada kalanya rasa takut itu menjadi berlebihan dan mengganggu keseharian mereka.
Tanpa disadari, beberapa pola asuh dan kebiasaan orang tua bisa menjadi pemicu utama munculnya rasa takut yang tidak perlu pada anak.
Menciptakan lingkungan yang aman dan suportif adalah kunci untuk membentuk anak yang berani, tangguh, dan percaya diri.
Untuk itu, ada beberapa hal yang orang tua wajib hindari agar anak tidak jadi penakut. Yuk, kita pelajari bersama!
Baca juga: 5 Makanan dengan Omega 3 Lebih Tinggi dari Salmon, Apa Saja?
Ini adalah kebiasaan yang paling sering dilakukan. Banyak orang tua menggunakan taktik ini untuk membuat anak patuh, misalnya dengan mengatakan "Awas ada hantu!" atau "Nanti diculik orang jahat kalau nakal!".
Meskipun tujuannya baik, cara ini justru menanamkan rasa cemas dan ketakutan yang tidak rasional pada anak.
Rasa khawatir orang tua sering kali mendorong mereka untuk membatasi ruang gerak anak. Melarang anak bermain di luar, memanjat, atau mencoba hal baru karena takut mereka jatuh atau terluka.
Hal tersebut justru menghambat perkembangan rasa berani dan kemampuan mereka untuk menghadapi risiko.
Baca juga: Bukan Cuma Senyum Cantik, JnJ Specialist Dental Centre Ajak Warga Punya Gigi Sehat dan Percaya Diri
"Ih gitu aja takut," atau "Kamu kan sudah besar, masa masih takut gelap," adalah kalimat yang sering terlontar saat anak menunjukkan rasa takutnya.
Kalimat seperti ini membuat anak merasa perasaannya tidak valid dan malu untuk mengungkapkan perasaannya.
Membandingkan anak dengan orang lain, apalagi dalam hal keberanian, adalah tindakan yang merusak harga diri anak.
Kalimat seperti "Lihat itu kakakmu, dia tidak takut," bisa membuat anak merasa dirinya kurang dan tidak berharga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan