Ilustrasi Puisi Singkat Tentang Pengorbanan Anak Pertama. (Foto: Freepik @jcomp)
INDOZONE.ID - Kalau ngomongin anak pertama, pasti banyak banget yang relate. Dari kecil udah dituntut jadi contoh, ditambah tanggung jawab yang sering lebih berat dibanding adik-adiknya.
Kadang, pengorbanan mereka enggak kelihatan, tapi nyatanya ada di setiap langkah hidupnya.
Buat kamu yang anak pertama, mungkin sering ngerasa harus kuat meskipun hati lagi rapuh.
Sementara buat kamu yang punya kakak, mungkin belum sepenuhnya sadar gimana besar pengorbanan mereka.
Nah, artikel ini bakal nyajiin 7 puisi singkat tentang pengorbanan anak pertama yang bikin kamu makin ngerti betapa berharganya peran mereka.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Merantau yang Penuh Rasa dan Makna
Ilustrasi Puisi Singkat Tentang Pengorbanan Anak Pertama. (Foto: Freepik @Freepik)
1. Aku yang Pertama
Aku datang duluan
Bukan untuk menang,
Tapi untuk jadi contoh,
Meski kadang langkahku salah
Aku tetap belajar paling awal.
Puisi anak pertama ini menggambarkan gimana anak pertama sering dijadikan patokan. Kalau salah, kena omel duluan. Kalau benar, belum tentu dihargai.
2. Bahuku yang Paling Kuat
Bahuku kecil menahan banyak beban
Beban tanggung jawab, beban harapan,
Tapi aku tetap berdiri
Sebab aku tahu,
Keluargaku butuh sandaran.
Puisi tentang pengorbanan anak pertama ini cocok banget buat anak pertama yang sering dipaksa kuat, padahal dalam hati juga pengen nangis.
3. Adik-adikku, Titip Bahagia
Adik-adikku tersenyum,
Itulah bahagiaku.
Jika aku lapar biarlah,
Asal mereka kenyang,
Jika aku lelah biarlah,
Asal mereka tertawa.
Puisi pengorbanan anak pertama ini nunjukin gimana pengorbanan anak pertama sering enggak kelihatan. Lebih milih adik-adiknya senang meskipun dirinya yang harus ngalah.
4. Dewasa Sebelum Waktunya
Aku belajar cepat,
Dewasa sebelum waktunya,
Menutup luka dengan senyum
Menahan tangis dengan diam.
Karena aku anak pertama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ide Penulis