Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 12:53 WIB

Misteri Alzheimer Terpecahkan? Kucing dengan Demensia Bisa Menjadi Harapan Baru Pengobatan Alzheimer Manusia

Misteri Alzheimer Terpecahkan? Kucing dengan Demensia Bisa Menjadi Harapan Baru Pengobatan Alzheimer ManusiaIlustrasi foto kucing dan manusia (sumber: FotoJet/Eyad Hebishy)

INDOZONE.ID - Pernahkah terbayangkan jika kucing kesayangan yang senantiasa menemani harimu tiba-tiba tampak kebingungan, kehilangan ingatannya, dan berperilaku berbeda? Perubahan ini ternyata bukan karena penuaan, melainkan merupakan gejala dari sebuah penyakit yang selama ini dianggap hanya menyerang manusia, yaitu demensia.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kucing juga dapat mengalami gejala demensia yang hampir serupa dengan penyakit Alzheimer pada manusia. Temuan ini membuka peluang besar untuk menemukan terapi baru yang selama ini sulit didapat bagi penyakit neurodegeneratif yang memengaruhi jutaan orang di dunia.

Kucing tua yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif, seperti kebingungan, perubahan pola tidur, dan kecenderungan lebih vokal, nyatanya memiliki perubahan otak yang sama dengan penderita Alzheimer pada manusia, yakni penumpukan plak protein amyloid-beta dan peradangan otak. Hal ini serupa dengan apa yang ditemukan pada otak manusia yang mengalami demensia.

Peneliti dari Inggris yang mempelajari otak kucing yang sudah meninggal menemukan adanya plak protein yang menumpuk secara pasif dan dapat memicu reaksi berbahaya di otak. Hal ini menyebabkan peradangan serta kerusakan pada sinaps, yaitu sambungan antarsel otak yang krusial untuk memori dan fungsi kognitif.

Baca juga: Kotoran Telinga Bisa Ungkap Bau Badan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Misteri Alzheimer Terpecahkan? Kucing dengan Demensia Bisa Menjadi Harapan Baru Pengobatan Alzheimer ManusiaIlustrasi kucing mengeong. (freepik)

Terdapat perbedaan besar antara kucing tua yang sehat dan kucing yang mengalami demensia. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari banyaknya plak protein yang ada di dalam otak kucing. Semakin banyak plak protein, semakin parah pula kerusakan otak. Hal ini serupa dengan yang terjadi pada manusia, di mana tidak semua orang lanjut usia dengan plak amyloid akan mengalami Alzheimer.

Terbuktinya bahwa kucing juga mengalami demensia seperti manusia memiliki potensi besar bagi masa depan kesehatan manusia. Hal ini dikarenakan penelitian Alzheimer selama ini masih mengandalkan model tikus dengan rekayasa genetik, yang belum sepenuhnya mewakili penyakit yang berkembang secara alami pada manusia. Kucing, dengan kondisi demensia alami mereka, bisa menjadi model yang lebih realistis untuk mempelajari penyakit ini dan menguji pengobatan baru.

Baca juga: Teruji Ilmiah! 7 Manfaat Teh Matcha yang Terbukti Baik untuk Kesehatan

Temuan ini memiliki potensi besar untuk mempercepat pengembangan terapi yang efektif, bukan hanya bagi manusia tetapi juga bagi kucing peliharaan yang semakin rentan mengalami gangguan kognitif seiring bertambahnya usia.

Studi mengenai demensia pada kucing ini menghadirkan harapan baru dalam upaya melawan penyakit Alzheimer yang selama ini sulit diobati.

Jadi, siapa sangka? Sahabat berbulu yang selama ini hanya dianggap sebagai hewan peliharaan biasa ternyata menyimpan rahasia penting yang bisa membantu memperbaiki kehidupan jutaan manusia di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC Science Focus

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Misteri Alzheimer Terpecahkan? Kucing dengan Demensia Bisa Menjadi Harapan Baru Pengobatan Alzheimer Manusia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!