Ilustrasi pria dan wanita. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kalau ngomongin stres, semua orang pasti pernah ngerasain. Bedanya, cara ngadepinnya bisa macam-macam. Nah, ternyata ada penelitian yang bilang kalau cowok dan cewek punya gaya berbeda dalam menghadapi stres, baik yang sifatnya mendadak maupun yang sudah menumpuk lama.
Saat ada stres mendadak (misalnya dikejar deadline atau tiba-tiba harus presentasi), cowok biasanya cenderung pakai mode fight or flight, alias siap melawan atau kabur dari masalah.
Sedangkan cewek, menurut teori, lebih sering menunjukkan reaksi tend and befriend. Maksudnya, berusaha menenangkan diri dengan cara merawat orang lain atau mencari dukungan dari sekitar. Katanya sih, ini ada hubungannya dengan hormon oksitosin yang lebih banyak diproduksi tubuh cewek, sehingga mereka lebih gampang merasa butuh koneksi dengan orang lain.
Baca juga: Manfaat Makan Bersama: Solusi Emosional di Tengah Dunia yang Terpisah
Kalau stresnya berkepanjangan, di sinilah terlihat jelas perbedaan gaya coping:
Nah, soal minta bantuan juga beda. Cewek biasanya pengen didengarkan, cukup ada orang yang bisa berempati dan mengerti perasaan mereka. Sedangkan cowok lebih senang kalau dikasih solusi praktis semacam, “Oke, masalahmu gini, coba cara ini.”
Nggak heran kalau jaringan sosial cewek sering kali lebih luas, karena mereka terbiasa membangun hubungan untuk saling mendukung.
Dokter yang melakukan penelitian. (photo/Ilustrasi/Pexels/Tima Miroshnichenko)
Beberapa studi sudah menguji hal ini. Misalnya, penelitian Matud (2004) menemukan bahwa cewek lebih sering mengalami stres kronis dan cenderung merasa stres mereka susah dikontrol. Mereka juga lebih banyak menggunakan coping berbasis emosi dibanding cowok.
Ada juga studi Ptacek dkk. (2014) yang melihat stres di situasi akademis, misalnya presentasi di depan banyak orang. Hasilnya sama, cewek lebih sering pakai coping emosional dan mencari dukungan, sedangkan cowok lebih fokus ke pemecahan masalah.
Sebenarnya, dua-duanya ada manfaatnya. Coping ala cowok yang langsung ke akar masalah jelas efektif buat stres tertentu. Tapi coping ala cewek yang lebih emosional juga penting, karena bisa menjaga hubungan sosial dan bikin beban hati terasa tidak sendirian.
Tapi ada kritik juga: jangan sampai perbedaan ini bikin kita terjebak stereotip. Soalnya, nggak semua cowok selalu problem-solver, dan nggak semua cewek pengen curhat. Kadang sifat pribadi lebih dominan daripada gender.
Baca juga: Studi Bilang Ini 3 Reaksi Orang Pas Ngalamin Putus Cinta, Kalau Kamu Gimana?
Jawabannya nggak ada yang lebih baik. Semua tergantung situasi, orang, dan cara masing-masing. Justru kalau bisa menggabungkan dua gaya coping ini, punya strategi praktis ala cowok sekaligus support emosional ala cewek, hidup mungkin bakal lebih seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Savemyexams.com