Ilustrasi screen time anak. (Freepik)
INDOZONE.ID - Ada kesalahan umum yang masih sering dilakukan sebagian orang tua zaman sekarang. Salah satunya nggak sadar memberikan anak kesempatan bermain gadget secara bebas tanpa batas waktu.
Sebagian mereka berpikir, itu jadi satu-satunya cara supaya anak bisa duduk diam tenang di rumah. Padahal terlalu bebas dalam menggunakan gadget bisa bikin anak kecanduan.
Melansir dari WHO, orang tua punya peran penting untuk memperkenalkan anak cara bermedia yang sehat sesuai usianya.
Salah satunya yaitu dengan membatasi screen time atau pemakaian gadget anak. Sebab, screen time berlebih bisa mempengaruhi tumbuh kembang motorik dan kognitif mereka.
Bagi para orang tua, WHO memberi rekomendasi waktu penggunaan gadget sesuai usia anak.
Tidak disarankan screen time, kecuali untuk penggunaan video call. Namun, itu pun hanya sebatas untuk melatihnya membangun ruang interaksi secara aktif.
Orang tua juga tetap harus mengawasi. Aturan serupa juga berlaku ketika anak mengakses TV. Lebih baik alihkan perhatiannya pada kegiatan yang menstimulus aktivitas gerak untuk melatih sistem motorik.
Screen time tidak lebih dari 1 jam, lebih singkat lebih baik. Jika orang tua ingin memperkenalkan dunia media, pastikan konten media yang diakses berkualitas. Aktivitas bermedia pun harus diawasi orang tua.
Namun, untuk anak di usia ini, lebih disarankan untuk dikenalkan dengan permainan sensorik untuk tumbuh kembang kognitifnya.
Baca juga: Aktivis Hak Hewan Tuntut Hotel Internasional Wujudkan Komitmen Telur Bebas Kandang di Asia
Maksimal penggunaan gadget 1 jam dalam satu hari. Selain memastikan jenis konten yang diakses, ada baiknya orang tua juga mengarahkan bagaimana seharusnya anak menggunakan gadget secara positif.
Misalnya, orang tua bisa memperkenalkan sisi edukatif penggunaan gadget. Anak bisa diarahkan untuk membaca buku digital. Tontonannya pun perlu dikurasi yang tidak hanya menghibur tapi juga edukatif.
Screen time tidak lebih dari 2 jam sehari untuk penggunaan hiburan (nonton atau main game).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber