Ilustrasi Puisi Singkat tentang Bersama Kucing. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Kucing bukan cuma hewan peliharaan, tapi juga teman setia yang selalu hadir di setiap momen, dari saat kita lagi rebahan sampai waktu galau tengah malam.
Nggak heran, banyak orang terinspirasi buat menulis puisi tentang mereka. Lewat tatapan matanya yang lembut, dengkuran pelan, dan tingkahnya yang kadang absurd tapi lucu, kucing seolah ngajarin kita arti ketenangan dan kasih sayang sederhana.
Nah, kalau kamu pecinta kucing sejati, tujuh puisi singkat berikut ini mungkin bisa mewakili rasa sayangmu buat si bulu halus di rumah.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Cupcake Vanila yang Manis dan Bikin Hangat Hati
Ilustrasi Puisi Singkat tentang Bersama Kucing. (Foto: Freepik @prostooleh)
Kau melingkar tenang di pahaku,
napasmu ritme paling damai di dunia.
Di luar, waktu berlari cepat,
tapi di sini, segalanya berhenti hanya ada kita berdua.
Tak perlu kata,
tatapanmu sudah bercerita.
Tentang lapar, manja,
dan cinta yang diam-diam tumbuh di antara tatapan itu.
Kau duduk di jendela,
mata memandang langit jingga.
Aku tersenyum, kau mendengkur,
dan sore jadi tempat pulang yang sederhana.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Bunga Matahari yang Bikin Hati Hangat
Ilustrasi Puisi Singkat tentang Bersama Kucing. (Foto: Freepik @prostooleh)
Namamu sederhana, tapi hangat di lidah.
Kau datang di malam pertama aku patah hati,
dan sejak itu,
aku tahu: cinta bisa tumbuh dari bulu dan dengkur.
Setiap pagi, langkah kecilmu menuntunku ke dapur.
Suara “meong” jadi salam terbaik sebelum kopi pertama.
Dunia belum sempurna,
tapi hidup terasa cukup denganmu di sini.
Tak lagi ada tapak di teras,
tak ada dengkur di sudut kamar.
Hening terasa berat,
karena cinta kadang berbentuk bulu dan kenangan.
Rumah bukan cuma dinding dan atap,
tapi tempat di mana kau tidur tenang di sisiku.
Kau bukan sekadar kucing,
kau adalah rumah itu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ide Penulis