Ilustrasi video bersih-bersih (freepik).
INDOZONE.ID - Pernah nggak Kamu scroll TikTok atau Instagram, terus mampir ke video seseorang lagi bersihin kamar, dapur, lemari yang penuh debu dan berantakan, lalu dalam beberapa menit berubah jadi super rapi.
Terus Kamu mikir “kok asik banget liat orang bersihin ya?” Yup, ternyata bukan cuma Kamu aja yang mikir gitu.
Ada penjelasan ilmiahnya kenapa video bersih-bersih (cleaning videos) itu jadi salah satu konten paling “satisfying” dan banyak ditonton oleh Gen Z dan Millennials. Mari kita kulik bareng!
Baca juga: 17 Ucapan Hari Santri yang Penuh Semangat dan Makna Buat Kamu Ucapin di 22 Oktober
Yang dimaksud di sini adalah konten video yang memperlihatkan proses pembersihan, decluttering (mengurangi barang), reorganisasi ruang, atau transformasi “kotor jadi bersih”.
Misalnya: dapur penuh cucian berubah jadi bersih kinclong, lemari super berantakan jadi teratur rapi, atau lantai yang sudah lama hitam debu tadi jadi cerah bersih.
Video seperti ini sering muncul di hashtag seperti #CleanTok, #satisfyingcleaning, #oddlysatisfying. Menurut survei: 45% orang dewasa mengaku secara rutin menonton video “oddly satisfying” termasuk video deep-cleaning.
Nah, ini bagian seru. Ada beberapa faktor neurologis & psikologis yang bikin kita “ketagihan” liat transformasi bersih itu.
Baca juga: 22 Oktober Diperingati sebagai Hari Santri Nasional: Tema, Sejarah, dan Maknanya!
Saat kita lihat ruang yang tadinya berantakan, penuh barang, dan kotor, terus dalam hitungan detik atau menit jadi rapi banget, otak kita langsung dapet semacam “reward” yang bikin puas.
Kayak yang dijelaskan di artikel No Pressure Powerwash, otak kita memang wired buat pengen hasil yang cepat dan jelas terlihat.
Waktu kita lihat sesuatu langsung berubah drastis, itu ng-trigger pelepasan dopamin zat kimia di otak yang bikin kita ngerasa senang dan puas.
Makanya, nonton video orang bersihin sesuatu itu bisa bikin kita dapet kepuasan instan lewat layar!
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Senyuman yang Bikin Hari Lebih Cerah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber