Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 16:30 WIB

Sindrom ‘Harus Sukses Sebelum Umur 30’: Penyakit Baru Anak Muda?

Sindrom ‘Harus Sukses Sebelum Umur 30’: Penyakit Baru Anak Muda?Ilustrasi sukses di usia 30an. (freepik)

INDOZONE.ID - Kalau kamu lagi scrolling Instagram dan lihat feed orang usia 20-an yang sudah jadi founder startup, influencer, traveling ke lima negara dalam setahun, atau punya apartemen sendiri sebelum 30, mungkin kamu pernah mikir, “Kok aku belum seperti mereka, ya?” Nah, di sinilah muncul fenomena yang bisa disebut sebagai tekanan untuk sukses sebelum umur 30, sebuah beban yang makin nyata di kalangan generasi muda sekarang. Yuk, kita uraikan kenapa hal ini bisa muncul, gimana dampaknya ke kesehatan mental, dan gimana kita bisa “selamat” dari jebakannya.

Apaan sih “harus sukses sebelum umur 30”?

Kalau diterjemahkan, ini seperti ungkapan nggak resmi tapi sering banget kita dengar: generasi muda merasa harus banget mencapai sukses besar entah itu karier, keuangan, status sosial, atau punya rumah sendiri sebelum umur 30 tahun. Tekanan ini datang dari banyak arah: mulai dari media sosial yang penuh dengan pencapaian orang lain, ekspektasi keluarga, budaya “jangan kalah sama generasi sebelumnya,” sampai definisi sukses yang sekarang makin luas dan serba cepat.

Jurnal dan artikel internasional menyebut bahwa generasi muda saat ini mengalami tekanan pencapaian (achievement pressure) dan kekhawatiran finansial yang tinggi. Sebagai contoh, survei dari Making Caring Common (Harvard Graduate School of Education) menunjukkan lebih dari setengah responden muda (usia 18-25 tahun) menyebut “pencapaian/performance pressure” dan “kekhawatiran finansial” sebagai pengaruh negatif terhadap kesehatan mental mereka.

Artikel dari IFLScience juga mengungkap bahwa kebutuhan untuk menjadi “sempurna” di kalangan muda naik lebih dari sepertiga dalam 30 tahun terakhir. Ini pun menjadi sumber konflik internal (“kenapa aku belum segitu?”) yang bisa memicu stres.

Baca juga: Rahasia Karyawan Sukses : Cara Efektif Mencegah Burnout dan Menjaga Kesehatan Mental di Kantor

Kenapa bisa muncul dan makin kuat?

Beberapa faktor bikin fenomena ini makin “mengakar”:

Media sosial & kultur “showing success”

Di Instagram, TikTok, atau LinkedIn, kamu pasti sering lihat cerita sukses yang glam banget: orang umur 25 sudah punya bisnis besar, umur 28 bisa jalan-jalan ke Eropa, atau umur 29 sudah punya rumah sendiri. Semua ini bikin standar sukses terasa lebih cepat dan besar dibanding zaman dulu. Artikel “6 Ways Society Pressures You Into Debt Before Age 30” bahkan bilang bahwa salah satu tekanan terbesar adalah dorongan untuk have it all sebelum umur 30 tahun. Jadi, nggak heran banyak yang merasa harus buru-buru mengejar semua target itu.

Ekonomi & pasar kerja yang makin ketat

Dulu, orang mungkin baru mulai punya karier yang stabil di usia 30–35 tahun. Tapi sekarang, generasi muda justru dituntut untuk stand out lebih cepat karena persaingan global makin ketat, kontrak kerja makin fleksibel dan nggak pasti, plus budaya startup yang sering mengglorifikasi kesuksesan anak muda. Akibatnya, tekanan untuk sukses sebelum 30 tahun makin terasa nyata dan berat.

Perfectionism & harapan eksternal

Sindrom ‘Harus Sukses Sebelum Umur 30’: Penyakit Baru Anak Muda?Ilustrasi orang yang perfeksionis. (freepik/rawpixel)

Seperti dijelaskan oleh IFLScience, rasa harus sempurna alias perfectionism kini jadi salah satu penyebab stres baru yang meningkat terutama di kalangan generasi muda yang merasa harus selalu tampil maksimal dan nggak boleh gagal.

Quarter-life crisis & ambivalensi makna hidup

Laporan On Edge dari Making Caring Common juga menunjukkan hal menarik: banyak anak muda yang sebenarnya sudah punya pencapaian, tapi tetap merasa hidupnya kurang arah atau makna. Bahkan, sekitar 58% responden mengaku merasa lacking meaning or purpose, alias masih merasa kosong di tengah segala kesuksesan yang sudah mereka raih.

Dampaknya ke anak muda

Nggak cuma “merasa tertinggal”, tekanan ini juga bisa berdampak nyata pada kesehatan mental dan emosional:

  • Stres & kecemasan: Survei dari Mental Health Foundation di Inggris menemukan bahwa 60% anak muda usia 18–24 tahun merasa stres banget karena tekanan untuk sukses, sampai merasa “tidak bisa cope” dengan situasi itu.
  • Gangguan kesehatan mental yang lebih besar: Studi jangka panjang menunjukkan bahwa gangguan kecemasan dan depresi cukup banyak terjadi di usia 20-an. Kalau nggak ditangani, kondisi ini bisa mengganggu kemampuan kita buat menjalani kehidupan dewasa, seperti bekerja, mengurus rumah tangga, dan sebagainya.
  • Rasa gagal & membandingkan diri: Saat kamu melihat teman atau feed media sosial yang “sukses”, kadang muncul perasaan “aku masih belum apa-apa.” Akibatnya, rasa minder tumbuh, motivasi menurun, bahkan bisa berujung burnout.
  • Pengambilan keputusan finansial prematur: Karena tekanan untuk punya segalanya dengan cepat, banyak orang tergoda mengambil utang besar atau investasi yang belum siap, yang akhirnya bisa jadi beban jangka panjang.

Baca juga: Cuma Butuh 5 Menit! Rahasia Orang Sukses Bangkit Saat Lagi Mager Berat

Gimana dong biar nggak kewalahan?

Tenang, ada kok cara supaya kamu bisa survive dan bahkan thrive tanpa harus “meledak” sebelum umur 30.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Iflscience.com, Mentalhealth.org.uk, Harvard.edu

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sindrom ‘Harus Sukses Sebelum Umur 30’: Penyakit Baru Anak Muda?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!