Pria Non-muslim ini terlihat antusias diundang tahlilan. (Sumber: TikTok/@koko.jesse.cece.debby)
INDOZONE.ID - Sebuah momen indah tentang toleransi beragama terjadi di Jombang. Seorang pria bernama Koko Jesse, yang beragama Kristen, ikut menghadiri acara tahlilan warga di lingkungannya.
Melalui unggahan akun TikTok @koko.jesse.cece.debby belum lama ini, terlihat Koko dengan penuh semangat mengikuti tahlilan tersebut untuk pertama kalinya. Ia menuturkan bahwa meski dirinya non-muslim, kehadirannya merupakan bentuk penghormatan sekaligus wujud toleransi antarumat beragama.
Baca juga: Heboh Bule di Ponpes Darussalam, Antusias Coba Ikuti Budaya Islami Lokal
Dengan raut bahagia, Koko bahkan berkelakar bahwa jika nanti diundang kembali, ia berencana datang sambil mengenakan kopyah.
Setelah acara usai, Koko pulang membawa kantong plastik merah berisi bingkisan atau “berkat” dari acara tersebut. Bersama sang istri, ia kemudian melakukan unboxing isi berkat itu di rumah.
Dalam video yang diunggah belum lama tersebut, pasangan itu menunjukkan isi berkat berupa minyak goreng 2 liter, lima bungkus mi goreng, dua kilogram gula, roti, dan sejumlah camilan.
Yang membuat mereka terkejut, berkat tersebut tidak berisi nasi dan lauk pauk seperti yang biasanya mereka bayangkan. Meski begitu, sang istri tetap merasa senang karena bahan-bahan itu bisa digunakan untuk sarapan anak mereka keesokan harinya.
Dalam kolom komentar, Koko juga menjawab rasa penasaran warganet soal bagaimana dirinya berdoa saat tahlilan berlangsung. Ia menjelaskan bahwa ia hanya diam dan menghormati doa yang dibacakan oleh tuan rumah.
Unggahan itu langsung menuai banyak tanggapan positif. Banyak warganet yang bercerita pengalaman serupa sebagai non-muslim yang kerap ikut tahlilan dan bahkan hafal beberapa doa.
“Saya Kristen. Karena sering ikut slametan sampai hafal Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan An-Nas,” tulis akun @bag*.
Baca juga: Momen Kocak Pemuda Tawari Bule Boncengan di Motornya Pakai Bahasa Indonesia dengan Logat Inggris
Ada pula komentar yang menyoroti makna tersirat dari kebahagiaan Koko, bukan karena bingkisan yang diterima, melainkan karena rasa diterima oleh lingkungannya.
“Dia bahagia bukan karena berkatnya, tapi karena merasa dihargai,” ujar akun @mak*.
“Berkat sebanyak itu dia bisa beli sendiri, tapi yang membuatnya senang adalah diterima dengan hangat,” tambah akun @fallah*.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TikTok/@koko.jesse.cece.debby