Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 JULI 2026 • 15:05 WIB

Riset: Orangtua yang Kecanduan HP Berisiko Rusak Hubungan Emosional dengan Anak

Riset: Orangtua yang Kecanduan HP Berisiko Rusak Hubungan Emosional dengan AnakIlustrasi orang tua bermain handphone. (freepik) 

INDOZONE.ID - Kebiasaan orang tua yang sering asyik bermain handphone saat sedang bersama anak ternyata bukan sekadar masalah kurang sopan. 

Studi terbaru memperingatkan bahwa perilaku ini berdampak fatal terhadap psikologis anak, bahkan memicu gangguan kelekatan emosional (attachment issues) yang bisa terbawa hingga mereka remaja.

Riset mendalam ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah internasional Frontiers in Psychology.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 600 remaja berusia 12 hingga 17 tahun. Hasilnya cukup mengejutkan, anak-anak yang merasa orangtua mereka sering terdistraksi oleh gawai cenderung menunjukkan indikator insecure attachment (kelekatan yang tidak aman).

Para peneliti memetakan dampak psikologis tersebut ke dalam dua kategori utama:

Baca juga: Dari Pengabdian Yang Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

  1. Tipe Avoidant (Menghindar): Anak cenderung menarik diri, menutup komunikasi, dan enggan membangun kedekatan emosional dengan orangtua.
  2. Tipe Anxious (Cemas): Anak justru tumbuh menjadi pribadi yang sangat haus perhatian, dependen, dan mudah cemas saat merasa diabaikan.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, tim peneliti mengombinasikan dua metode survei sekaligus. Pertama adalah survei standar untuk mengukur masalah kelekatan pada remaja yang biasa digunakan dalam riset psikologi.

Metode kedua menggunakan instrumen khusus yang dirancang para peneliti bernama Device Attachment Interference Scale (DAIS). 

Baca juga: Rumah Bersih Bukan Jaminan, Ini 8 Penyebab Tikus Menyelinap Masuk ke Rumah

Melalui skala DAIS ini, tim ahli menilai seberapa jauh remaja merasa hubungan mereka terganggu akibat penggunaan ponsel oleh orangtua, termasuk mengukur indikator pengabaian dan kurangnya perhatian secara spesifik.

Kendati menemukan keterkaitan yang kuat, para peneliti memberikan catatan penting bahwa hasil studi ini belum bisa memastikan hubungan sebab-akibat secara mutlak.

Ada kemungkinan lain yang perlu dipertimbangkan, yaitu anak-anak yang sejak awal memang sudah memiliki masalah kelekatan bawaan cenderung menjadi jauh lebih sensitif dan mudah merasa terabaikan saat melihat orangtua mereka menatap layar gawai.

Menanggapi fenomena ini, psikolog media Don Grant menekankan bahwa masalah kecanduan gawai tidak boleh hanya dibebankan sebagai kesalahan moral orangtua.

Baca juga: Kemeriahan Solo Batik Carnival 2026, Mengenalkan Identitas Batik di Jalanan Kota Solo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Frontiersin.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Riset: Orangtua yang Kecanduan HP Berisiko Rusak Hubungan Emosional dengan Anak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!