Ilustrasi overthingking (freepik).
INDOZONE.ID - Kalau kamu sering ngerasa pikiran muter-muter sendiri, apalagi pas lagi santai atau malam hari, artikel ini cocok buat kamu.
Misalnya, kamu suka cemas padahal nggak ada alasan jelas, atau terus kepikiran “seandainya” dan “gimana kalau”.
Kita bakal bahas pola pikir yang sebaiknya diubah biar hidup lebih tenang dan nggak terus-terusan overthinking.
Salah satu pola pikir yang paling bikin otak kita muter terus adalah kebiasaan nanya “kenapa”: misalnya, “Kenapa dia nggak balas chat?”, “Kenapa aku selalu gagal?”, atau “Kenapa hidupku begini?”.
Baca juga: Casa Como & Peninsula District Hub Baru yang Bikin Warga Sawangan Makin Semringah
Sayangnya, pertanyaan kayak gini nggak nyelesain masalah, malah bikin overthinking makin panjang.
Para pakar bilang, coba ganti “kenapa” dengan “bagaimana”. Misalnya, daripada mikir “Kenapa aku?”, coba tanya ke diri sendiri, “Bagaimana aku bisa mulai?”, atau “Bagaimana aku bisa coba hal lain?”.
Dengan begitu, kita pindah dari mode korban (victim mode) ke mode pemberdayaan (empowerment mode) dan langsung fokus ke aksi, bukan cuma cemas.
Banyak orang yang overthinking biasanya punya standar super tinggi, ingin semuanya sempurna dulu sebelum mulai, pengin jawaban dulu baru jalan, atau takut salah sampai akhirnya berhenti.
Padahal, salah satu pola pikir yang perlu diubah adalah “harus sempurna dulu”. Cabut mindset itu.
Baca juga: Rasa Pasta Gigi Ternyata Pengaruhi Kebiasaanmu dalam Menjaga Kebersihan Mulut, Kok Bisa?
Riset bilang, menerima kalau kesalahan itu wajar dan bagian dari proses bisa bantu kita berhenti muter-muter mikir terus.
Jadi, mulai sekarang, kalau mau mulai sesuatu, entah itu proyek sampingan, hubungan, atau investasi kecil, anggap saja, “Oke, hasilnya mungkin belum sempurna, tapi yang penting aku sudah mulai.”
Ini salah satu cara gampang buat bikin hidup lebih tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber