Ilustrasi aktivitas latihan padel. (Freepik)
INDOZONE.ID - Padel sedang naik daun di Indonesia dan dunia. Olahraga raket yang jadi perpaduan antara tenis dan squash ini memang seru, cepat, dan cocok buat dimainkan bareng teman.
Tapi di balik hype-nya, ada satu risiko cedera yang diam-diam sering mengincar pemain: cedera tendon Achilles.
Lonjakan popularitas padel membuat banyak klinik ortopedi melaporkan naiknya kasus Achilles tendinitis dan Achilles tendinopathy.
Menurut rangkuman temuan dari ahli kaki dan pergelangan kaki, sekitar 17% cedera dalam padel terjadi pada area kaki terutama tendon Achilles.
Faktor pemicunya datang dari gerakan khas padel: lompatan cepat, sprint mendadak, sliding pendek, hingga perubahan arah ekstrem yang memberikan tekanan besar pada otot betis dan tendon.
Baca juga: Di Balik "Namaku Indonesia", Gescita dan Rumah Priwit Hadirkan Cinta di Yayasan Al Fajar Berseri
Buat pemain pemula maupun yang sudah rutin main, cedera ini bukan hal sepele. Tendon Achilles adalah jaringan kuat yang menghubungkan otot betis ke tumit.
Begitu mengalami peradangan atau robekan, rasa sakitnya bisa sangat mengganggu bahkan membuat kamu sulit berjalan.
Lalu, bagaimana cara mencegahnya tanpa harus berhenti main padel?
Jangan langsung masuk ke rally. Lakukan dynamic warm-up seperti calf raises, ankle mobility, dan lari kecil 5 menit untuk melancarkan aliran darah.
Baca juga: Threads of Joy Perkenalkan Bagaimana Kegiatan Kreatif Mengubah Pengalaman Belajar Anak
Otot betis yang kuat bisa mengurangi beban pada tendon Achilles. Latihan sederhana seperti calf raise, eccentric heel drop, dan skipping efektif untuk membangun kekuatan.
Fleksibilitas betis sangat penting. Stretching 10–15 detik tiap sesi bisa menjaga tendon tetap elastis dan mengurangi risiko cedera.
Gunakan sepatu khusus court sport dengan bantalan tumit baik dan support lateral yang stabil. Sepatu lari bukan pilihan ideal untuk padel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Twentysixclinic.com