Ilustrasi seorang pria berkonsultasi dengan psikolog. (Freepik.)
INDOZONE.ID - Kalau kamu sering scroll medsos atau ngobrol sama teman, pasti nggak asing sama istilah seperti “think positive”, “positive vibes only”, atau “stay strong, tetap semangat!”. Memang nggak ada yang salah dengan berpikir positif, bahkan positive thinking punya banyak manfaat buat kesehatan mental dan cara kita memandang hidup.
Tapi ada garis tipis antara positive thinking yang sehat dan sesuatu yang justru bisa jadi berbahaya: toxic positivity. Yuk bahas bareng-bedanya, dan kenapa kita harus hati-hati supaya nggak salah kaprah saat mencoba “terlalu positif”.
Positive thinking adalah sikap optimis terhadap masa depan, di mana kita berharap hal-hal baik terjadi dan tetap fokus pada sisi positif hidup tanpa menutup mata dari kenyataan. Sikap ini bikin kita semangat, kuat menghadapi tantangan, dan lebih stabil secara mental.
Banyak ahli bilang, optimisme yang realistis membantu seseorang melewati masa sulit, menjaga mood, dan memberi energi buat terus maju. Intinya, positive thinking sehat selama tetap realistis, kita sadar ada masalah, tapi yakin bisa melewatinya.
Baca juga: 5 Bahaya Toxic Positivity yang Jarang Disadari, Apa Saja Ya Kira-kira?
Toxic positivity muncul ketika dorongan untuk selalu bahagia dan optimis jadi terlalu memaksa, sampai kita menolak merasakan emosi negatif seperti sedih, cemas, atau marah.
Contohnya kalimat, “Udah ah, jangan sedih terus. Senyum aja.”
Padahal kadang kita butuh merasakan emosi negatif biar bisa memprosesnya.
Menurut psikolog, toxic positivity bikin emosi negatif justru “tertahan” dan makin berat, bukan hilang. Tekanan buat selalu terlihat bahagia juga bikin kita merasa bersalah saat lagi down.
Singkatnya, toxic positivity memaksa kita membohongi emosi sendiri, dan itu nggak sehat.
Positive Thinking (Sehat):
Toxic Positivity (Nggak Sehat):
Contohnya:
Positive thinking itu bagus dan bermanfaat, tapi kalau dipaksa terus-terusan sampai menolak perasaan negatif, itu bukan sehat, itu toxic.
Baca juga: Berikut Cara Mengatasi Toxic Positivity yang Harus Kamu Ketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, Healthline