Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 19:30 WIB

Beda Positive Thinking vs Toxic Positivity, Jangan Sampai Salah!

Beda Positive Thinking vs Toxic Positivity, Jangan Sampai Salah!Ilustrasi seorang pria berkonsultasi dengan psikolog. (Freepik.)

INDOZONE.ID - Kalau kamu sering scroll medsos atau ngobrol sama teman, pasti nggak asing sama istilah seperti “think positive”, “positive vibes only”, atau “stay strong, tetap semangat!”. Memang nggak ada yang salah dengan berpikir positif, bahkan positive thinking punya banyak manfaat buat kesehatan mental dan cara kita memandang hidup.

Tapi ada garis tipis antara positive thinking yang sehat dan sesuatu yang justru bisa jadi berbahaya: toxic positivity. Yuk bahas bareng-bedanya, dan kenapa kita harus hati-hati supaya nggak salah kaprah saat mencoba “terlalu positif”.

Apa Itu Positive Thinking?

Positive thinking adalah sikap optimis terhadap masa depan, di mana kita berharap hal-hal baik terjadi dan tetap fokus pada sisi positif hidup tanpa menutup mata dari kenyataan. Sikap ini bikin kita semangat, kuat menghadapi tantangan, dan lebih stabil secara mental.

Banyak ahli bilang, optimisme yang realistis membantu seseorang melewati masa sulit, menjaga mood, dan memberi energi buat terus maju. Intinya, positive thinking sehat selama tetap realistis, kita sadar ada masalah, tapi yakin bisa melewatinya.

Baca juga: 5 Bahaya Toxic Positivity yang Jarang Disadari, Apa Saja Ya Kira-kira?

Lalu, Apa Itu Toxic Positivity?

Toxic positivity muncul ketika dorongan untuk selalu bahagia dan optimis jadi terlalu memaksa, sampai kita menolak merasakan emosi negatif seperti sedih, cemas, atau marah.

Contohnya kalimat, “Udah ah, jangan sedih terus. Senyum aja.”
Padahal kadang kita butuh merasakan emosi negatif biar bisa memprosesnya.

Menurut psikolog, toxic positivity bikin emosi negatif justru “tertahan” dan makin berat, bukan hilang. Tekanan buat selalu terlihat bahagia juga bikin kita merasa bersalah saat lagi down.

Singkatnya, toxic positivity memaksa kita membohongi emosi sendiri, dan itu nggak sehat.

Positive Thinking vs Toxic Positivity

Positive Thinking (Sehat):

  • Semua emosi dianggap wajar.
  • Ada penerimaan terhadap kenyataan.
  • Tetap optimis sambil mencari solusi.
  • Emosi diproses dengan benar, hasilnya bikin lebih kuat.

Toxic Positivity (Nggak Sehat):

  • Emosi negatif dianggap tabu.
  • Masalah dihindari, bukan dihadapi.
  • Perasaan ditekan dan dipaksa “baik-baik saja”.
  • Bikin stres, rasa bersalah, dan beban mental makin berat.

Contohnya:

  • Positive thinking: “Aku sedih sekarang, tapi aku tahu ini sementara. Aku bisa cari solusi pelan-pelan.”
  • Toxic positivity: “Jangan sedih terus. Positive thinking aja, semua pasti baik.”

Kenapa Toxic Positivity Berbahaya?

  • Menekan emosi negatif. Emosi yang dipendam bisa berujung stres, kecemasan, bahkan depresi.
  • Menghambat dukungan emosional. Respons “positive vibes only” bikin orang merasa nggak didengar dan makin kesepian.
  • Mengabaikan masalah nyata. Beberapa hal perlu dihadapi, bukan disembunyikan dengan senyum palsu.

Cara Tetap Positif Tanpa Jatuh ke Toxic Positivity

  1. Izinkan diri merasakan emosi apa pun. Sedih, marah, kecewa, semua wajar.
  2. Gunakan bahasa empati. Alih-alih “semangat ya”, coba “Aku tahu ini berat, mau cerita dulu?”.
  3. Optimis realistis. Harap yang baik, tapi tetap hadapi kenyataan.
  4. Bangun self-awareness. Tanyakan ke diri sendiri: “Aku benar-benar baik, atau cuma pura-pura kuat?”
  5. Cari bantuan profesional kalau perlu, biar emosimu lebih terarah.

Positive thinking itu bagus dan bermanfaat, tapi kalau dipaksa terus-terusan sampai menolak perasaan negatif, itu bukan sehat, itu toxic.

Baca juga: Berikut Cara Mengatasi Toxic Positivity yang Harus Kamu Ketahui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian, Healthline

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Beda Positive Thinking vs Toxic Positivity, Jangan Sampai Salah!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!