Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 11:25 WIB

Hari Amal Bakti ke-80, Menag Tegaskan Kementerian Agama Harus Tetap Relevan Menjawab Tantangan Zaman

Hari Amal Bakti ke-80, Menag Tegaskan Kementerian Agama Harus Tetap Relevan Menjawab Tantangan ZamanKemenag peringati Hari Amal Bakti ke-80 (kemenag.go.id)

INDOZONE.ID - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Dalam peringatan yang digelar di Jakarta pada Sabtu (3/1/2026), Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak boleh tertinggal dari perubahan zaman.

Menurut Menag, relevansi menjadi kunci agar nilai-nilai agama tetap hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lintas generasi.

"Kementerian Agama tidak boleh ketinggalan zaman. Agama harus aktual hingga kapan pun. Ini adalah bagian dari tanggung jawab besar Kementerian Agama," ujar Menag usai upacara peringatan HAB ke-80.

Baca juga: Fenomena Matahari Melintas Tepat di Atas Ka'bah pada 27-28 Mei 2025, Kemenag Imbau Cek Kiblat!

Aktualisasi Nilai Agama di Tengah Perubahan

Menag menekankan pentingnya pembaruan pendekatan keagamaan agar jajaran dan nilai agama tetap kontekstual di tengah dinamika sosial, teknologi, dan budaya yang terus berkembang.

Ia menilai, tantangan zaman tidak boleh membuat pemahaman keagamaan terjebak pada cara-cara lama yang sulit diterima generasi masa kini.

"Nilai dan pemahaman keagamaan tidak boleh tertinggal oleh zaman, termasuk dalam cara menampilkan diri. Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar untuk mengaktualkan nilai-nilai ajaran agama agar tetap relevan dan memberi manfaat nyata," jelasnya.

Kinerja Tetap Terjaga Meski Anggaran Terbatas

Selain evaluasi internal, Menag juga memaparkan sejumlah capaian Kementerian Agama yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu yang disorot adalah kualitas pendidikan madrasah, yang dinilai tetap unggul meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

"Madrasah unggulan kita belum tertandingi oleh sekolah lain di luar Kementerian Agama. Padahal, ada lembaga pendidikan dengan anggaran jauh lebih besar. Ini bukti bahwa Kemenag mampu membangun kualitas secara positif meskipun dengan keterbatasan," ungkapnya.

Menjaga Kerukunan, Pondasi Pembangunan Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyoroti peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Ia menyebut capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama yang berada di posisi tertinggi sebagai prestasi yang harus dijaga bersama.

"Tantangan kita ke depan adalah mempertahankan capaian ini. Tanpa kerukunan, kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan memiliki arti," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hari Amal Bakti ke-80, Menag Tegaskan Kementerian Agama Harus Tetap Relevan Menjawab Tantangan Zaman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!