Ilustrasi membaca doa ziarah kubur (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
INDOZONE.ID - Ziarah kubur merupakan salah satu praktik sunnah yang memiliki nilai spiritual tinggi dalam Islam.
Dahulu, ziarah kubur sempat dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena kekhawatiran umat Islam kembali terjerumus pada praktik kesyirikan.
Namun, larangan tersebut kemudian dicabut, dan ziarah kubur dianjurkan kembali. Tujuan utama dari ibadah ini sangat mulia, sebagaimana sabda Rasulullah:
“Dahulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur, namun sekarang ziarahlah! Karena ziarah kubur dapat mengingatkan pada akhirat.” (HR. Muslim)
Baca juga: Momen Ziarah yang Awalnya Hening Mendadak Riuh Setelah Durian Jatuh Tak Terduga
Ziarah kubur memiliki dua faedah utama bagi orang yang hidup:
Hukum ziarah kubur adalah sunnah (dianjurkan). Namun, niat dan cara pelaksanaannya harus sesuai dengan tata cara ziarah kubur sesuai sunnah.
Jika ziarah dilakukan dengan niat meminta pertolongan atau berkah dari penghuni kubur, maka hukumnya bisa bergeser menjadi haram atau syirik. Oleh karena itu, memahami doa ziarah kubur dan adabnya menjadi krusial.
Ziarah kubur jelang Ramadan. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Inti dari pelaksanaan ziarah kubur yang benar adalah membaca salam dan doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika memasuki area pekuburan.
Inilah bagian terpenting dari doa ziarah kubur yang wajib diketahui setiap muslim.
Berikut adalah lafaz salam dan doa ziarah kubur yang paling shahih, diriwayatkan oleh Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya, tercantum dalam Shahih Muslim nomor 975:
Assalamu ‘alaikum ahlad-diyaar minal mu’miniin wal muslimiin. Wa innaa insyaa Allaahu bikum la-laahiqoon. Wa as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.
Baca juga: Mengenal Ceng Beng: Tradisi Ziarah Makam pada Masyarakat Tionghoa di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rumaysho.com