Ilustrasi tangan anak kecil dan orang dewasa (alodokter.com)
INDOZONE.ID - Tindakan pelecehan khususnya terhadap anak-anak, tidak selamanya dilakukan secara kasar. Beberapa pelaku justru menggunakan pendekatan lain yang seakan-akan penuh perhatian, proses ini dikenal child grooming.
Child grooming terjadi saat orang dewasa mulai membangun kepercayaan, serta meningkat emosi anak. Namun, cara ini bertujuan untuk melecehkan dan mengeksploitasi anak-anak tersebut. Tindakan ini bisa terjadi secara langsung atau lewat sosial media.
Dalam banyak kasus, banyak pelaku yang berpura-pura menjadi teman sebaya. Setelah itu, pelaku menunjukkan perhatian, bahkan memberi hadiah dan pujian supaya korban merasa lebih nyaman.
Menurut U.S. National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), pelaku mengincar anak-anak yang terlihat kesepian dan kurang perhatian dari orang tua.
Baca juga: Viral Charm Mirumi Bisa Menggantikan Labubu, Ini Letak Lucu dan Keunikannya
Korban grooming tidak selamanya menunjukan tanda-tanda fisik. Namun, ada beberapa sinyal yang menjadi tanda bahaya terkena grooming. Mulai dari mendadak tertutup, terlihat stres, cemas, bahkan takut membuka pesan di gadget.
Selain itu, korban juga sering mendapatkan hadiah dari seseorang yang tidak dikenal oleh keluarga, serta suka membicarakan orang baru yang tidak dikenali oleh keluarga.
Jika kamu melihat atau mengetahui anak dengan tanda-tanda tersebut, jangan langsung menyalahkan anaknya, tapi coba cari tahu terlebih dahulu. Korban grooming tentu membutuhkan ruang aman dan pendekatan yang benar agar lebih terbuka.
Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar Beserta Niat dan Doa Lengkap
Pelaku grooming bisa dilakukan oleh siapapun tanpa melihat gender. Mereka seringkali menyamar atau melakukan manipulasi data sehingga sulit dikenali. Ada beberapa ciri yang harus diwaspadai sebagai pelaku child grooming.
Sering melakukan sentuhan secara fisik, seperti menyentuh, memeluk, atau memangku anak tanpa persetujuan.
Baca juga: 7 Cara Membangun Positive Vibes di Tempat Kerja, Bikin Kamu Lebih Produktif dan Nggak Toxic!
Grooming bukanlah masalah sementara, dampaknya bisa saja dirasakan sampai anak tersebut dewasa. Beberapa dampak jangka panjang yang seringkali dirasakan korban, seperti rasa bersalah atau malu berlebihan, gangguan kecemasan, depresi, dan trauma berat.
Selain itu, anak juga bisa sulit membentuk hubungan yang sehat kedepannya, penurunan performa akademik, hingga gangguan kepercayaan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter.com, Halodoc.com