Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 JANUARI 2026 • 14:00 WIB

Potty Training Anak: Cara Efektif Melatih Si Kecil Lepas Popok Tanpa Drama

Potty Training Anak: Cara Efektif Melatih Si Kecil Lepas Popok Tanpa DramaPotty Training (Sumber: gettyimage)

INDOZONE.ID - Potty training alias latihan lepas popok adalah salah satu momen paling challenging sekaligus memorable bagi orang tua, apalagi jika anak pertama. Bayangkan, dari yang tadinya tinggal pakai popok, tiba-tiba harus belajar menggunakan toilet chair sendiri sambil berkata, “Mama, aku pipis!”

Prosesnya memang membutuhkan waktu, kesabaran, dan strategi yang tepat agar si kecil bisa lepas popok tanpa drama, dan kamu pun tidak ikut stres. Yuk, kita bahas langkah-langkahnya dengan cara santai, tapi tetap efektif!

1. Waktu yang Tepat: Bukan Soal Usia, tapi Kesiapan

Jangan langsung berpikir bahwa potty training harus dimulai di usia tertentu. Sebenarnya, para ahli anak, termasuk Mayo Clinic dan American Academy of Pediatrics (AAP), menyarankan untuk fokus pada tanda kesiapan anak, bukan angka usia di kalender.

Menurut Mayo Clinic, banyak anak mulai siap antara usia 18 bulan hingga 3 tahun, tergantung perkembangan masing-masing. Tanda-tandanya, antara lain:

  • Bisa berjalan dan duduk dengan stabil
  • Mengerti instruksi sederhana
  • Mau membuka celana sendiri saat ingin pipis
  • Bisa memberi tahu atau menunjuk saat ingin buang air
  • Celana tetap kering lebih lama

Jika latihan dimulai sebelum anak siap, prosesnya justru bisa lebih lama dan penuh drama. Jadi, sabar dulu, Parents!

Baca juga: Serunya Bertualang Lewat Intranet di Mizu Town, Ajarkan Anak Melestarikan Air Tanah

2. Kenalkan Toilet dengan Cara Fun

Jika anak sudah terlihat siap, kamu bisa mulai mengenalkan potty atau toilet. Namun, jangan langsung memaksa, ya! Coba lakukan cara-cara berikut:

  • Ajak anak melihat toilet chair atau toilet biasa sebagai tempat “besar” untuk pipis atau BAB.
  • Biarkan ia duduk di atasnya sambil tetap mengenakan pakaian agar tidak takut.
  • Ceritakan dengan kata-kata sederhana, misalnya, “Ini tempat pipis besar, seperti yang Mama atau Papa pakai.”

Kunci utamanya adalah membuat potty chair menjadi sesuatu yang menarik dan tidak menakutkan.

3. Rutinitas dan Konsistensi adalah Kunci Utama

Potty Training Anak: Cara Efektif Melatih Si Kecil Lepas Popok Tanpa DramaMulai mengajarkan anak buang air kecil atau air besar di toilet. (Sumber: gettyimage)

Jika sudah mulai latihan, penting sekali untuk membuat rutinitas harian, misalnya:

  • Mengajak anak ke potty setelah bangun tidur
  • Mengajak ke potty setelah makan
  • Mengajak ke potty sebelum tidur siang atau malam

Rutinitas ini membantu anak memahami kapan waktunya ke potty tanpa harus diingatkan berkali-kali. Ingat, konsistensi adalah kunci karena anak belajar paling cepat dari kebiasaan.

4. Positive Reinforcement, Bukan Intimidasi!

Nah, ini bagian yang sering memberi perbedaan besar: pujian positif.
Jika anak berhasil duduk di potty atau pipis/BAB di sana, berikan pujian seperti:

  • “Wah, hebat banget kamu!”
  • “Mama bangga, kamu sudah besar!”

Kamu juga bisa memberi sticker lucu sebagai hadiah kecil.

Ingat, jangan menghukum jika ia masih kecolongan atau “kecelakaan.” Semua itu normal dalam proses belajar. Pujian positif akan membuat anak semakin semangat tanpa rasa takut atau malu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayoclinic.org, Kidshealth.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Potty Training Anak: Cara Efektif Melatih Si Kecil Lepas Popok Tanpa Drama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!