Potty Training (Sumber: gettyimage)
INDOZONE.ID - Potty training alias latihan lepas popok adalah salah satu momen paling challenging sekaligus memorable bagi orang tua, apalagi jika anak pertama. Bayangkan, dari yang tadinya tinggal pakai popok, tiba-tiba harus belajar menggunakan toilet chair sendiri sambil berkata, “Mama, aku pipis!”
Prosesnya memang membutuhkan waktu, kesabaran, dan strategi yang tepat agar si kecil bisa lepas popok tanpa drama, dan kamu pun tidak ikut stres. Yuk, kita bahas langkah-langkahnya dengan cara santai, tapi tetap efektif!
Jangan langsung berpikir bahwa potty training harus dimulai di usia tertentu. Sebenarnya, para ahli anak, termasuk Mayo Clinic dan American Academy of Pediatrics (AAP), menyarankan untuk fokus pada tanda kesiapan anak, bukan angka usia di kalender.
Menurut Mayo Clinic, banyak anak mulai siap antara usia 18 bulan hingga 3 tahun, tergantung perkembangan masing-masing. Tanda-tandanya, antara lain:
Jika latihan dimulai sebelum anak siap, prosesnya justru bisa lebih lama dan penuh drama. Jadi, sabar dulu, Parents!
Baca juga: Serunya Bertualang Lewat Intranet di Mizu Town, Ajarkan Anak Melestarikan Air Tanah
Jika anak sudah terlihat siap, kamu bisa mulai mengenalkan potty atau toilet. Namun, jangan langsung memaksa, ya! Coba lakukan cara-cara berikut:
Kunci utamanya adalah membuat potty chair menjadi sesuatu yang menarik dan tidak menakutkan.
Mulai mengajarkan anak buang air kecil atau air besar di toilet. (Sumber: gettyimage)
Jika sudah mulai latihan, penting sekali untuk membuat rutinitas harian, misalnya:
Rutinitas ini membantu anak memahami kapan waktunya ke potty tanpa harus diingatkan berkali-kali. Ingat, konsistensi adalah kunci karena anak belajar paling cepat dari kebiasaan.
Nah, ini bagian yang sering memberi perbedaan besar: pujian positif.
Jika anak berhasil duduk di potty atau pipis/BAB di sana, berikan pujian seperti:
Kamu juga bisa memberi sticker lucu sebagai hadiah kecil.
Ingat, jangan menghukum jika ia masih kecolongan atau “kecelakaan.” Semua itu normal dalam proses belajar. Pujian positif akan membuat anak semakin semangat tanpa rasa takut atau malu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayoclinic.org, Kidshealth.org