Daftar Pustaka: Pengertian, Cara Penulisan, dan Contohnya (Pexels/Andrea Piacquadio)
INDOZONE.ID - Dalam penulisan karya ilmiah seperti makalah, skripsi, hingga jurnal penelitian, daftar pustaka adalah komponen yang wajib ada. Tanpanya, sebuah tulisan dianggap tidak memiliki landasan yang kuat dan rentan terhadap tuduhan plagiarisme.
Selain itu, daftar pustaka membuat tulisan menjadi lebih kredibel dan terpercaya, karena setiap fakta atau data yang dicantumkan memiliki sumber yang jelas. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian daftar pustaka, tujuan, cara penulisan, serta contoh-contohnya.
Daftar pustaka adalah daftar sumber atau referensi yang digunakan dalam penulisan karya tulis, seperti makalah, skripsi, atau artikel. Sumber ini bisa berupa buku, jurnal, artikel, website, atau dokumen lain yang dijadikan acuan.
Fungsi daftar pustaka adalah menunjukkan dari mana informasi diperoleh, menghargai karya orang lain, dan memudahkan pembaca yang ingin mempelajari topik lebih lanjut. Dengan adanya daftar pustaka, tulisan menjadi lebih kredibel dan terpercaya.
Daftar pustaka selalu ditempatkan di halaman paling akhir karya tulis, untuk memberi informasi mengenai referensi yang mendukung ide atau data yang disajikan.
Baca juga: Pengertian Mendeley dan Kegunaannya Dalam Skripsi
Meskipun setiap lembaga atau penerbit bisa memiliki gaya berbeda, ada beberapa aturan umum yang hampir selalu berlaku:
1. Gelar Akademik
Gelar seperti Dr., Prof., Ph.D., atau gelar kebangsaan tidak perlu dituliskan.
2. Nama Penulis
Nama belakang dituliskan dahulu, diikuti inisial nama depan.
Contoh: Albert Einstein menjadi Einstein, A.
3. Urutan Alfabet
Semua entri disusun berdasarkan abjad nama belakang penulis. Jika karya tidak memiliki penulis, gunakan judul karya untuk menentukan urutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru