Ilustrasi pasangan bertengkar. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu bertemu seseorang yang selalu merasa jadi pihak yang paling tersakiti dalam setiap situasi? Dalam psikologi, perilaku seperti ini dikenal sebagai playing victim.
Alih-alih mencari solusi, orang dengan perilaku ini cenderung menggunakan masalah mereka untuk menghindari tanggung jawab atau mendapatkan perhatian dari orang lain.
Di artikel ini, kita akan bahas apa itu playing victim, ciri-cirinya, dampaknya, dan cara menghadapinya, supaya kamu bisa lebih memahami orang lain dan juga diri sendiri.
Playing victim adalah kondisi ketika seseorang sengaja atau tanpa sadar menempatkan diri sebagai korban untuk mendapatkan perhatian, simpati, atau menghindari tanggung jawab.
Orang yang suka bermain peran korban biasanya merasa semua masalah selalu karena orang lain atau keadaan, jadi mereka merasa dirugikan terus, padahal nggak selalu begitu.
Perilaku ini bisa muncul di hubungan pribadi, tempat kerja, hingga sosial media, dan kadang bikin orang di sekitarnya lelah atau bingung menghadapi mereka.
Baca juga: Modus Love Bombing yang Bisa Manipulasi Korban, Simak Cara Deteksi Pelaku
Kalau kamu sering berinteraksi dengan orang yang suka memainkan peran korban, biasanya ada beberapa tanda yang terlihat:
Jarang atau bahkan tidak pernah mengakui kesalahan sendiri. Semua masalah dianggap datang dari luar, sehingga mereka selalu merasa menjadi pihak yang dirugikan.
Mereka hanya menonjolkan bagian di mana mereka disakiti, tanpa menceritakan apa yang mereka lakukan sebelumnya.
Sering menceritakan kesulitan atau rasa tidak adil yang mereka alami supaya orang lain merasa kasihan atau memberi perhatian ekstra.
Mereka cenderung mudah tersinggung atau marah, bahkan saat situasinya sebetulnya netral atau kecil. Perasaan diserang atau dirugikan muncul cepat.
Pandangan hidup cenderung negatif, merasa orang lain selalu lebih beruntung, dan sulit melihat sisi positif dari situasi yang dihadapi.
Perilaku ini tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga diri mereka sendiri:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gramedia