Assessment Adalah: Pengertian, Tujuan, Jenis-jenis, dan Contoh Penerapannya (Sumber : Freepik)
INDOZONE.ID - Dalam dunia pendidikan, pekerjaan, dan organisasi, istilah assessment sering digunakan.
Assessment menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan, pemahaman, atau kinerja seseorang.
Melalui assessment, hasil belajar atau kinerja dapat diukur secara lebih jelas dan terarah. Oleh karena itu, memahami pengertian dan fungsi assessment sangat penting.
Hal itu agar proses penilaian dapat dilakukan dengan tepat dan bermanfaat.
Secara etimologis, assessment berasal dari kata Latin assidere, yang berarti "duduk di samping".
Secara istilah, assessment adalah proses pengumpulan, penyimpulan, dan interpretasi informasi atau data secara sistematis, untuk mengetahui sejauh mana capaian, perkembangan, atau potensi seseorang maupun kelompok.
Assessment tidak hanya tentang memberi nilai angka. Lebih dari itu, assessment membantu melihat sejauh mana seseorang memahami materi, mampu menerapkan pengetahuan, dan menunjukkan sikap yang baik.
Karena itu, assessment sering digunakan dalam pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja.
Baca juga: Pengertian Resensi, Tujuan, Struktur, dan Contoh Buku atau Film
Assessment memiliki tujuan yang sangat penting. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui perkembangan dan pencapaian seseorang.
Selain itu, assessment juga bertujuan untuk:
Setiap jenis assessment memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. Berikut jenis-jenis assessment yang paling sering digunakan:
1. Assessment Formatif
Assessment formatif dilakukan selama proses pembelajaran atau kegiatan berlangsung. Tujuannya untuk memantau perkembangan dan membantu perbaikan sebelum kegiatan berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gramedia