Ilustrasi do’a berbuka puasa. (Freepik.com)
INDOZONE.ID - Setiap Ramadhan tiba, umat Muslim di Indonesia hampir serempak melafalkan doa berbuka puasa “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu…” saat adzan Maghrib berkumandang.
Doa berbuka puasa itu begitu populer dan diajarkan turun-temurun, sehingga banyak yang mengira hanya itulah satu-satunya bacaan yang dianjurkan.
Padahal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui laman resminya menjelaskan bahwa terdapat beberapa pilihan doa berbuka puasa Ramadhan yang bersumber dari riwayat hadits para sahabat.
Dalam penjelasan yang dimuat MUI, momen berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga menjadi waktu istimewa untuk berdoa.
Rasulullah SAW menyebut doa orang yang berpuasa saat berbuka termasuk doa yang tidak tertolak.
Baca juga: Cantik Itu Bukan Cuma Soal Fisik: Ini Alasan Inner Beauty Lebih Nempel di Hati
Karena itu, membaca doa buka puasa bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari ibadah yang penuh makna syukur.
Selain “Allahumma laka sumtu wa ‘ala rizqika afthartu”, ada doa lain yang diriwayatkan dari Ibnu Umar dan dicatat Imam Abu Daud, yakni: “Dzahabazh zhoma'u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah,” yang berarti, “Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala, insya Allah.”
Doa ini menekankan rasa lega sekaligus harapan atas pahala setelah menunaikan puasa seharian penuh.
Riwayat lain yang disebutkan berasal dari Mu’adz bin Zahrah, yang berbunyi, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftartu,” atau “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Baca juga: Hak Warga Negara dalam Menjaga Lingkungan Hidup Bersih dan Sehat
Dalam praktiknya di masyarakat, doa ini kerap ditambah redaksi tentang iman dan tawakal, dan selama maknanya baik serta tidak menyimpang, hal itu tidak menjadi persoalan dalam syariat.
Imam al-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar juga mencatat doa yang diriwayatkan Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah, “Alhamdulillahil ladzi a’anani shumtu wa razaqani fa afthartu,” yang artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku bisa berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku berbuka.”
Doa ini menegaskan bahwa kemampuan menahan diri dan memperoleh hidangan berbuka adalah bentuk pertolongan Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mui.or.id