Ilustrasi Blackout. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Isu soal kemungkinan blackout 7 hari belakangan ini membuat banyak orang bertanya-tanya, meski sudah pernah dikonfirmasi bahwa itu adalah hoaks.
Namun, untuk situasi seperti ini, bersikap waspada tentu bukan hal yang berlebihan. Tidak perlu panik, persiapan yang matang justru bisa membuat kita lebih tenang kalau sewaktu-waktu gangguan listrik benar-benar terjadi.
Pemadaman listrik terjadi ketika aliran listrik berhenti secara tiba-tiba. Dalam skala besar dan waktu yang lama, kondisi ini disebut blackout.
Sementara jika hanya berlangsung singkat atau terjadi penurunan daya sementara, itu dikenal sebagai brownout.
Baca juga: 7 Manfaat Berenang yang Tak Dimiliki Olahraga Lain
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari bencana alam, gangguan teknis, kesalahan manusia, hingga beban jaringan listrik yang terlalu tinggi.
Dalam beberapa kasus di berbagai negara, pemadaman panjang bahkan berdampak pada keselamatan publik, terutama ketika terjadi bersamaan dengan cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya.
Karena itu, meskipun isu blackout 7 hari belum tentu terjadi, menyiapkan diri dari sekarang tetap jadi langkah yang bijak.
Kalau listrik benar-benar mati dalam waktu yang lama, ponsel, internet, hingga perangkat elektronik tidak akan bisa diandalkan terus-menerus. Berikut beberapa hal yang sebaiknya mulai dipikirkan.
Pastikan semua anggota keluarga tahu harus melakukan apa saat listrik padam lama. Tentukan titik kumpul jika situasi memburuk dan komunikasi sulit dilakukan.
Baca juga: Kisah Nabi Yunus AS: Perjalanan Dakwah hingga Mukjizat di Perut Ikan Paus
Simpan nomor telepon penting dalam bentuk catatan kertas, termasuk kontak keluarga, rumah sakit, polisi, dan layanan darurat lainnya. Jangan hanya mengandalkan ponsel karena baterai bisa habis dan jaringan bisa terganggu.
Jika ada anggota keluarga yang menggunakan alat medis bertenaga listrik atau memiliki obat yang harus disimpan di lemari es, ini harus menjadi prioritas. Cari tahu alternatif penyimpanan obat dan kemungkinan lokasi fasilitas kesehatan terdekat. Dalam kondisi blackout panjang, hal-hal seperti ini bisa menjadi sangat krusial.
Untuk menghadapi blackout hingga beberapa hari, kebutuhan dasar harus dipenuhi terlebih dahulu. Beberapa perlengkapan yang sebaiknya tersedia antara lain:
Selain itu, siapkan selimut, pakaian tambahan, kantong sampah, dan alat pemadam api. Jika memiliki kendaraan, usahakan tangki bahan bakar tidak dalam kondisi kosong karena SPBU juga bisa terdampak.
Baca juga: Kenapa Orang yang Berani Jujur Justru Lebih Bahagia? Jawabannya Ada Disini!
Jika ada peringatan potensi gangguan listrik, atur suhu freezer dan lemari es ke tingkat paling dingin yang aman. Isi ruang kosong dengan botol air agar suhu tetap stabil lebih lama.
Saat listrik mati, hindari terlalu sering membuka kulkas agar suhu di dalamnya tidak cepat naik.
Gunakan pelindung lonjakan arus untuk melindungi perangkat elektronik dari kerusakan saat listrik kembali menyala.
Ketika listrik padam, cabut peralatan listrik dan sisakan satu lampu menyala untuk mengetahui kapan aliran listrik sudah kembali normal.
Hindari penggunaan lilin karena berisiko menimbulkan kebakaran, gunakan senter atau lampu berbaterai. Jika menggunakan gas atau generator, pastikan sirkulasi udara baik dan tersedia detektor karbon monoksida berbaterai di rumah.
Jika listrik benar-benar mati dalam waktu lama, tetap tenang dan lakukan langkah berikut:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Energysavings.com