Backburner Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Dampaknya dalam Hubungan (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak cuma “cadangan” di hubungan? Kadang dibales chat lama-lama, kadang dia hilang begitu aja, tapi muncul lagi kalau butuh sesuatu. Nah, kalau gitu, besar kamu lagi jadi backburner.
Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang ngalamin hal ini. Di artikel ini, kita bakal bahas apa itu backburner, ciri-cirinya, dan dampaknya dalam hubungan, biar kamu bisa ngerti situasi dan tetap jaga hati.
Kalau diterjemahin secara harfiah, “backburner” itu dari istilah masak-masakan. Kompor belakang biasanya dipakai buat masakan yang nggak perlu diperhatiin terus, sementara kita fokus sama masakan utama.
Dalam hubungan, backburner artinya seseorang ditempatkan sebagai cadangan atau pilihan kedua. Kamu tetap dijaga “separuh perhatian”, tapi bukan prioritas utama.
Rasanya kayak ada di hubungan, tapi nggak sepenuhnya dianggap serius.
Kalau dipikir-pikir, backburner itu bikin kita selalu ada di samping, tapi nggak pernah jadi yang utama. Rasanya nyaman tapi nggak aman secara emosional.
Baca juga: 9 Tanda Pasangan Selingkuh saat LDR, Jangan Sampai Kamu Jadi yang Terakhir Tahu!
Biar nggak terus-terusan bingung, berikut ini beberapa tanda yang biasanya muncul kalau kamu sedang jadi backburner:
Kalau dia cuma bales chat pas sempat, lama banget, atau kadang nggak sama sekali, itu tanda klasik. Biasanya mereka muncul cuma pas butuh ngobrol atau minta sesuatu.
Rasanya kayak selalu nunggu, tapi nggak jelas kapan dapat perhatian.
Mereka nggak pernah ngobrol soal masa depan atau rencana jangka panjang. Misalnya kamu ngajak ketemu keluarga atau bikin rencana bareng, selalu ada alasan atau ditunda terus. Ini bikin hubungan terasa nggak stabil dan nggak aman.
Kalau ada teman, kerjaan, atau kegiatan lain, kamu selalu di nomor dua. Mereka lebih milih aktivitas lain daripada menghabiskan waktu sama kamu. Ini bikin kamu merasa nggak penting dan kurang dihargai.
Kadang manis-manisnya muncul pas mereka butuh hiburan, dukungan, atau keintiman. Begitu kebutuhan mereka terpenuhi, perhatian hilang lagi.
Rasanya kayak mereka cuma “datang dan pergi” sesuka hati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Deepublishstore.com