INDOZONE.ID - Sosok ibu memiliki peran yang tak tergantikan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, tak heran jika menjelang hari-hari peringatan tertentu, banyak orang mulai mencari tahu jadwal pasti untuk merayakannya. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di mesin pencarian adalah: kapan hari ibu 2026?
Ternyata, penanggalan Hari Ibu bisa membingungkan karena adanya perbedaan antara perayaan internasional dan nasional. Artikel ini akan mengupas tuntas jadwal, sejarah, hingga makna mendalam dari perayaan tersebut.
Jika Anda merujuk pada kalender global atau tradisi di beberapa negara Barat (seperti Inggris Raya), Anda mungkin akan menemukan jawaban yang berbeda. Kapan Hari Ibu tahun 2026? Tahun ini, Hari Ibu jatuh pada hari Minggu, 15 Maret dalam tradisi yang dikenal sebagai Mothering Sunday. Sementara itu, negara seperti Amerika Serikat merayakan Mother's Day pada hari Minggu kedua di bulan Mei.
Namun, di Indonesia, kita memiliki sejarah dan penanggalan sendiri yang jauh lebih bermakna secara historis. Untuk perayaan di Tanah Air, Hari Ibu Nasional 22 Desember 2026 hari Selasa. Tanggal ini sudah ditetapkan secara baku dan tidak pernah berubah setiap tahunnya.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Hari Ibu 2025 yang Menyentuh, Sederhana dan Penuh Makna
Bagi Anda yang berencana mengambil cuti atau merencanakan liburan keluarga, penting untuk mengetahui status tanggal ini. Berdasarkan kebiasaan dan ketetapan kalender nasional, peringatan Hari Ibu (PHI) pada 22 Desember bukanlah hari libur nasional atau tanggal merah.
Peringatan ini berstatus sebagai Hari Nasional di bawah koordinasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Artinya, perkantoran, instansi pemerintah, dan layanan publik tetap beroperasi normal.
Namun, ada kabar baik bagi para peserta didik. Menjelang tanggal 22 Desember, sekolah-sekolah di Indonesia biasanya sudah memasuki masa libur semester ganjil tahun ajaran 2026/2027. Sehingga, momen ini sangat pas digunakan oleh anak-anak untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama ibu di rumah.
Berbeda dengan Mother's Day di luar negeri yang cenderung bersifat perayaan komersial atau tradisi keluarga, Hari Ibu di Indonesia lahir dari rahim perjuangan kemerdekaan.
Tanggal 22 Desember dipilih untuk mengenang peristiwa bersejarah, yakni Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928. Kongres ini sangat monumental karena dihadiri oleh perwakilan dari 30 organisasi perempuan dari berbagai penjuru Jawa dan Sumatera.
Tujuan kongres tersebut bukan sekadar membahas peran domestik perempuan (urusan rumah tangga), melainkan membahas isu-isu krusial. Mereka menyuarakan perbaikan hak-hak perempuan dalam pernikahan, pentingnya pendidikan bagi kaum hawa, kesehatan gizi, hingga semangat persatuan untuk merebut kemerdekaan.
Sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi dan pergerakan kaum perempuan, Presiden Soekarno kemudian menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu secara resmi. Penetapan ini tertuang dalam Dekrit Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959.
Peringatan Hari Ibu ke-98 di tahun 2026 nanti diharapkan tidak hanya sebatas seremonial pemberian bunga, kado, atau ucapan di media sosial. Lebih dari itu, tanggal 22 Desember memiliki makna filosofis yaitu menghargai dua peran besar perempuan secara bersamaan, yakni peran domestik (sebagai pendidik utama generasi penerus di keluarga) dan peran publik (sebagai penggerak sosial, ekonomi, dan politik negara).
Momentum untuk terus menggemakan kesetaraan gender dan melindungi perempuan dari berbagai bentuk diskriminasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber, Amatan Pribadi