Ilustrasi peluk pohon bisa bikin lebih tenang di tengah rutinitas padat. (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Di tengah rutinitas yang padat, notifikasi yang nggak berhenti dan tekanan kerja datang silih berganti, banyak orang mencari cara untuk sekadar bernapas sejenak.
Tapi siapa sangka, solusi sederhana itu mungkin sudah ada di sekitar kita, yakni dengan memeluk pohon.
Kedengarannya memang seperti aktivitas ala pecinta alam atau tren healing di media sosial. Namun ternyata, ada penjelasan ilmiah di balik aksi sederhana ini.
Baca juga: Haru! Cewek Ini Peluk Ibu Tak Dikenal yang Suaminya Baru Meninggal
Sebuah publikasi ilmiah di ResearchGate (2021) mengungkap bahwa memeluk pohon bukan hanya simbol kedekatan manusia dengan alam.
Kontak fisik dengan batang pohon terbukti membantu tubuh masuk ke kondisi relaksasi yang lebih dalam dan memunculkan rasa tenang secara emosional.
Artinya, ketika kita menyentuh dan memeluk pohon, tubuh benar-benar merespons secara biologis, bukan sekadar sugesti.
Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa sentuhan langsung dengan pohon dapat meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang sering dijuluki the love hormone.
Oksitosin dikenal berperan dalam:
Menariknya, respons tubuh saat memeluk pohon disebut mirip dengan saat kita menerima pelukan hangat dari orang terdekat.
Jadi secara biologis, tubuh merespons pelukan pohon dengan cara yang tidak jauh berbeda dari pelukan manusia.
Psikolog klinis dari layanan terapi hubungan manusia dengan alam, Silvo Therapy di Inggris, Stone Kraushaar, Ph.D., bahkan merekomendasikan durasi minimal 21 detik untuk mendapatkan manfaat optimal.
Menurutnya, waktu tersebut cukup untuk memberi sinyal pada sistem saraf agar beralih dari mode siaga (fight or flight) ke mode tenang (rest and digest). Dalam kata lain, tubuh diberi kesempatan untuk benar-benar melepaskan ketegangan.
Jadi kalau kamu ingin mencoba, jangan cuma satu-dua detik. Diam, tarik napas, dan biarkan tubuh beradaptasi dengan ritme alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/adabtiv