INDOZONE.ID - Kecoa adalah salah satu hama rumah yang paling tidak diinginkan. Kehadirannya seringkali membuat kita risih.
Tapi, seberapa berbahayakah serangga yang satu ini bagi kesehatan? Jawabannya, perlu diwaspadai.
Kecoa dianggap berbahaya, terutama sebagai sumber alergen dan pemicu asma. Mereka juga dapat membawa bakteri penyebab penyakit jika mengontaminasi makanan.
Meski bukti yang mengaitkan kecoa langsung dengan wabah penyakit tertentu masih terbatas, badan kesehatan dunia telah memperingatkan risikonya.
Baca juga: 35 Ucapan Selamat Berbuka Puasa yang Cocok untuk Status dan Chat
Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) menyatakan bahwa kecoa membawa bakteri yang, jika mencemari makanan, dapat menyebabkan penyakit seperti salmonella, staphylococcus, dan streptococcus.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kecoa berperan sebagai pembawa penyakit usus, seperti disentri, diare, kolera, dan demam tifoid.
Bahaya lain yang tak kalah serius adalah sebagai alergen. Enzim yang ditemukan di kotoran, bagian tubuh yang rontok, telur, dan air liur kecoa dapat memicu reaksi alergi pada banyak orang.
Gejalanya bisa berupa bersin, hidung tersumbat, mata berair, hingga ruam kulit. Yang lebih mengkhawatirkan, kecoa juga dikenal sebagai pemicu asma.
Baca juga: Tren Lari Meningkat, Kebutuhan Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Performa
Menurut EPA, anak-anak bahkan lebih rentan terhadap alergi kecoa dibandingkan orang dewasa.
Data dari National Pest Management Association menyebutkan, 63 persen rumah di Amerika Serikat mengandung alergen kecoa.
Angkanya melonjak jadi 78 hingga 98 persen di kawasan perkotaan. Ini menunjukkan betapa umumnya paparan ini.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala alergi yang diduga berasal dari kecoa, konsultasikan dengan dokter. Penanganannya bisa meliputi:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline