INDOZONE.ID - Kecoa sering jadi tamu tak diundang di rumah. Karena jijik atau panik, banyak orang spontan menginjak kecoa sampai hancur.
Padahal, cara ini bisa memicu masalah baru yang tidak disadari, terutama jika kecoa tersebut membawa telur.
Kecoa betina sering membawa kantung telur (ootheca) berisi puluhan calon kecoa. Jika tubuhnya hancur saat diinjak, telur-telur itu bisa menyebar dan terselip di celah lantai.
Dalam waktu singkat, telur ini bisa menetas dan menambah populasi kecoa di rumah.
Baca juga: Mumpung Viral! 5 Manfaat Minum Matcha Bisa Bikin Kecantikan Kulitmu Bertambah
Tubuh kecoa bawa banyak bakteri kayak Salmonella dan E. coli. Saat tubuhnya hancur, cairan dan kotorannya bisa mencemari lantai, peralatan rumah tangga.
Bahkan makanan. Ini meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan infeksi.
Pas kecoa mati, ada zat dari tubuhnya yang bisa narik kecoa lain ke tempat itu. Alih-alih mengusir, membunuh satu ekor dengan cara yang salah bisa memancing lebih banyak datang ke tempat yang sama.
Baca juga: 7 Manfaat Jus Alpukat dan Pisang untuk Kesehatan Tubuh yang Wajib Kamu Tahu
Bagian tubuh kecoa yang hancur dapat menghasilkan partikel halus yang terbang di udara.Buat sebagian orang, ini bisa nyebabin alergi bahkan bikin asma makin parah, apalagi kalau anak-anak.
Bangkai kecoa yang hancur meninggalkan bau menyengat dan jejak kotoran. Membersihkannya tidak cukup dengan tisu, tapi perlu disinfektan agar kuman tidak tertinggal dan bau tidak menetap.
Hindari membunuh kecoa dengan injakan. Gunakan perangkap kecoa, semprot insektisida di jalur mereka, atau manfaatkan bahan alami seperti baking soda dan minyak peppermint.
Pastikan rumah tetap bersih dan kering, terutama dapur dan kamar mandi.
Telur kecoa yang pecah bisa jadi awal munculnya serangan baru di rumah. Selain meningkatkan risiko penyakit, cara membasmi yang salah justru memperparah keadaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan