Ilustrasi Bahaya Minyak Berlebih (Sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Minyak goreng menjadi salah satu bahan utama dalam berbagai masakan di Indonesia. Dari gorengan di pinggir jalan hingga menu rumahan, penggunaan minyak sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari pola makan masyarakat.
Saat bulan Ramadan, konsumsi makanan berminyak bahkan cenderung meningkat. Menu seperti gorengan, bakwan, tahu isi, atau risoles sering menjadi pilihan favorit saat berbuka puasa. Rasanya yang gurih memang menggugah selera setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi minyak berlebihan tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.
Ahli gizi menekankan bahwa tubuh memang membutuhkan lemak sebagai sumber energi. Namun, jumlahnya harus tetap terkontrol. Jika asupan minyak terlalu banyak, tubuh berisiko mengalami penumpukan lemak jahat yang dapat memicu berbagai penyakit.
Baca juga: Bahaya Penggunaan Plastik untuk Membungkus Gorengan: Kerugian bagi Kualitas Makanan dan Kesehatan
Beberapa dampak kesehatan yang kerap muncul akibat konsumsi minyak berlebihan antara lain:
Minyak yang digunakan secara berlebihan, terutama dari penggorengan berulang kali, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
Minyak mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi tanpa kontrol, kelebihan energi akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Hal ini dapat memicu kenaikan berat badan hingga obesitas. Kondisi tersebut juga berisiko meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi.
Konsumsi minyak yang berlebihan juga dapat mempercepat penumpukan lemak di hati atau fatty liver. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi gangguan hati kronis.
Kandungan lemak trans dari minyak yang dipakai berulang kali dapat memicu peradangan dalam tubuh. Dampaknya tidak hanya melemahkan sistem imun, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan otak.
Baca juga: Ini yang Terjadi pada Kulit Kalau Kamu Keseringan Ngemil Gorengan & Makanan Manis!
Meski memiliki risiko, bukan berarti minyak harus dihindari sepenuhnya. Penggunaan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, minyak kelapa murni, atau minyak canola dalam jumlah wajar masih bisa memberikan manfaat bagi tubuh.
Selain itu, metode memasak alternatif seperti mengukus, merebus, atau memanggang dapat menjadi pilihan untuk mengurangi penggunaan minyak dalam makanan sehari-hari.
Selama Ramadan, masyarakat juga diimbau lebih bijak dalam memilih menu berbuka puasa. Menikmati gorengan sesekali tentu tidak menjadi masalah, tetapi jika dikonsumsi setiap hari tanpa kontrol, dampaknya dapat merugikan kesehatan dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter