Ilustrasi sulit punya hubungan yang tenang (freepik).
INDOZONE.ID - Banyak orang mendambakan hubungan yang stabil, penuh kepercayaan, dan minim drama.
Dalam psikologi, pola hubungan seperti ini dikenal sebagai secure attachment atau gaya keterikatan yang aman.
Namun pada kenyataannya, tidak semua orang dapat dengan mudah membangun pola hubungan seperti ini.
Pengalaman hidup — mulai dari masa kecil hingga hubungan yang pernah dijalani saat dewasa — seringkali membentuk cara seseorang mempercayai dan terhubung dengan orang lain.
Baca juga: Announcement Text: Pengertian, Struktur, Cara Membuat, dan Contohnya
Karena itu, memahami berbagai hambatan yang bisa muncul menjadi langkah penting untuk mulai membangun hubungan yang lebih sehat dan stabil.
Ada beberapa hal yang kerap membuat seseorang kesulitan membangun hubungan yang penuh rasa aman.
Pengalaman masa kecil memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang membangun hubungan saat dewasa.
Anak yang tumbuh dengan pengabaian emosional, pola asuh yang tidak konsisten, atau kekerasan seringkali kesulitan merasakan keamanan dalam hubungan.
Baca juga: Apa Itu Motivation Letter? Panduan Lengkap Struktur dan Cara Membuatnya
Teori keterikatan yang diperkenalkan oleh psikolog John Bowlby menjelaskan bahwa hubungan dengan pengasuh di masa kecil menjadi dasar bagaimana seseorang membangun ikatan emosional di masa depan.
Jika rasa aman tidak terbentuk sejak dini, seseorang bisa tumbuh dengan kesulitan mempercayai orang lain.
Pengalaman hubungan yang dipenuhi manipulasi, pengkhianatan, atau konflik terus-menerus dapat meninggalkan luka emosional.
Baca juga: Rahasia Secure Attachment yang Bikin Hubungan Lebih Awet dan Tenang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Positivepsychology.com