Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 MARET 2026 • 09:35 WIB

Pola Pikir di Balik Obsesi Masyarakat Tiongkok terhadap Uang, Bukan Sekadar Kekayaan

Pola Pikir di Balik Obsesi Masyarakat Tiongkok terhadap Uang, Bukan Sekadar KekayaanIlustrasi orang cina memegang uang. (Freepik) 

INDOZONE.ID - Bagi masyarakat luar, etos kerja dan kecintaan masyarakat Tiongkok terhadap uang sering kali dianggap sebagai bentuk materialisme murni. 

Namun, jika ditelisik lebih dalam, hubungan antara warga Negeri Tirai Bambu dengan kemakmuran finansial berakar jauh pada sejarah, filosofi Konfusianisme, hingga struktur sosial yang kompleks.

Mengapa uang begitu dipuja di Tiongkok? Melansir dari analisis WildGreatWall, berikut adalah beberapa alasan fundamental di balik pola pikir finansial masyarakat Tiongkok.

Baca juga: Apa Itu Focus Group Discussion (FGD)? Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

1. Akar Sejarah: Lahan adalah Keamanan

Pada masa Tiongkok kuno, kekayaan tidak diukur dengan angka digital, melainkan kepemilikan lahan pertanian. Memiliki tanah yang luas berarti menjamin ketersediaan pangan bagi komunitas dan stabilitas negara. 

Nilai-nilai kerja keras untuk mencapai kemakmuran ini terus bertahan hingga era modern, di mana uang dianggap sebagai bentuk "lahan baru" yang menjamin keamanan hidup.

2. Pengaruh Ajaran Konfusianisme

Berbeda dengan anggapan bahwa agama atau filsafat menjauhi materi, Konfusianisme justru melihat uang secara pragmatis. Ajaran ini menekankan pada keseimbangan. Uang dianggap sebagai alat untuk mencapai kebajikan (virtue). 

Dengan memiliki kekayaan yang cukup, seseorang dapat menjalankan kewajiban moralnya, seperti menjaga keluarga, menghormati orang tua, dan berkontribusi pada stabilitas masyarakat.

Baca juga: Rumus Keliling Persegi Panjang serta Contoh Soal dan Pembahasannya

3. Tradisi "Hongbao" dan Keberuntungan

Budaya Tiongkok tidak bisa dilepaskan dari simbolisme. Dalam perayaan seperti Imlek atau pernikahan, pemberian uang dalam amplop merah (Hongbao) adalah tradisi wajib. 

Merah melambangkan keberuntungan dan pengusir energi negatif. Di sini, uang bukan sekadar alat tukar, melainkan media pengantar doa dan berkat untuk kemakmuran di masa depan.

4. Ketakutan akan Kemiskinan (Fear of Poverty)

Sejarah Tiongkok yang penuh dengan dinamika perubahan rezim dan tantangan ekonomi menciptakan trauma kolektif terhadap kemiskinan. 

Ketakutan akan kekurangan di masa depan mendorong masyarakat Tiongkok untuk memiliki budaya menabung yang sangat kuat. 

Baca juga: Rumus Keliling Persegi Panjang serta Contoh Soal dan Pembahasannya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wildgreatwall.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pola Pikir di Balik Obsesi Masyarakat Tiongkok terhadap Uang, Bukan Sekadar Kekayaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!